Gangguan Lalu Lintas Udara Inggris Batalkan 2.000 Penerbangan

  • 10 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gangguan teknis sistem pengendali lalu lintas udara Inggris menyebabkan lebih dari 2.000 penerbangan dibatalkan dan berdampak pada 15 bandara.
  • Maskapai meminta Kepala NATS Martin Rolfe mempertimbangkan pengunduran dirinya setelah gangguan menjadi masalah besar kedua dalam tiga tahun.
  • Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander memberi waktu satu pekan kepada Rolfe untuk menyelesaikan penyelidikan menyeluruh guna mencegah gangguan serupa terulang.

RRI.CO.ID, London — Maskapai penerbangan di Inggris berupaya memulihkan operasional setelah gangguan teknis pada sistem pengendali lalu lintas udara. Gangguan tersebut menyebabkan pembatalan lebih dari 2.000 penerbangan, dilansir dari AP News, Kamis, 10 September 2026.

Penundaan berlanjut hingga hari kedua pada Rabu, 9 September 2026 dan berdampak pada 15 bandara di Inggris serta sejumlah wilayah lainnya. Maskapai dan pengelola bandara berupaya mengatasi penumpukan penerbangan yang dibatalkan dan tertunda.

Sejumlah penumpang bahkan terjebak selama berjam-jam di landasan pacu dan terminal bandara. Penundaan diperkirakan masih berlangsung sepanjang Rabu karena maskapai harus menjadwalkan ulang penerbangan bagi penumpang yang terlantar.

Maskapai juga perlu memindahkan pesawat yang tertahan di bandara yang tidak sesuai akibat pembatalan. NATS, lembaga yang mengoperasikan sistem pengendali lalu lintas udara Inggris mengatakan gangguan disebabkan masalah pada sistem pemrosesan penerbangan.

NATS menyatakan masalah teknis awal telah diselesaikan pada Selasa, 8 September 2026 sore, tetapi dampaknya masih berlanjut karena proses pemulihan operasional. Maskapai penerbangan menyatakan kemarahan atas gangguan tersebut.

Mereka bahkan meminta Kepala NATS Martin Rolfe mempertimbangkan pengunduran dirinya akibat gangguan tersebut. Insiden tersebut menjadi masalah besar kedua pada sistem pengendali lalu lintas udara Inggris dalam tiga tahun.

Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander bertemu dengan Rolfe pada Rabu dan memberinya waktu satu pekan untuk menyelesaikan penyelidikan menyeluruh. Penyelidikan bertujuan memastikan berbagai pelajaran dapat diambil untuk mencegah masalah serupa terulang.

Rolfe meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan tersebut. Ia menegaskan sistem pengendali lalu lintas udara Inggris tetap menjadi salah satu yang paling aman dan efisien di dunia.

Rolfe mengatakan keselamatan penumpang menjadi alasan utama ketika sistem harus dihentikan atau dibatasi. Menurutnya, tindakan tersebut hanya dilakukan ketika masalah tidak dapat segera diselesaikan dan diperlukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.

Sementara itu, banyak penumpang harus mencari solusi sendiri akibat gangguan penerbangan. Di Bandara Gatwick, sejumlah penumpang terlihat berbaring di lantai di samping koper mereka.

Penumpang lainnya berkumpul di sekitar papan informasi untuk mendapatkan kepastian mengenai penerbangan. Bandara Gatwick bekerja sama dengan NATS dan maskapai untuk memulihkan operasional normal secepat mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....