Kerusakan akibat Badai di Filipina Mencapai Rp3,4 Triliun

  • 10 Sep 2026 15:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kerusakan sektor pertanian dan infrastruktur akibat sejumlah badai dan habagat di Filipina mencapai 12,4 miliar peso atau sekitar Rp3,4 triliun.
  • Sebanyak 92.868 petani dan nelayan terdampak, dengan luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 80.274,94 hektare.
  • Bencana tersebut menyebabkan 44 orang meninggal, 18 luka-luka, dan lima orang hilang. Selain itu, 3.758 rumah rusak dan 603 lainnya hancur.

RRI.CO.ID, Manila — Kerusakan sektor pertanian dan infrastruktur di Filipina akibat gabungan dampak beberapa badai mencapai sekitar 12,4 miliar peso (Rp3,4 triliun). Kerusakan tersebut dipicu oleh siklon tropis Luis, Maymay, Neneng, dan Pilandok, dan musim monsun barat daya atau habagat.

Data tersebut disampaikan Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana (NDRRMC) pada Rabu, 9 September 2026. NDRRMC mencatat kerusakan sektor pertanian mencapai sekitar 4,1 miliar peso (Rp1,1 triliun), dilansir dari Philippine News Agency.

Sementara itu, kerusakan infrastruktur diperkirakan mencapai sekitar 8,3 miliar peso (Rp2,3 triliun). Kerusakan pertanian dilaporkan terjadi di Wilayah Ilocos, Lembah Cagayan, Luzon Tengah, Cordillera, Calabarzon, Mimaropa, dan Visayas Barat.

Sebanyak 92.868 petani dan nelayan terdampak bencana tersebut dan luas lahan pertanian yang terdampak diperkirakan mencapai 80.274,94 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 56.786,88 hektare lahan yang rusak masih memiliki peluang untuk dipulihkan.

Sementara itu, sekitar 23.488,06 hektare lahan pertanian tidak memiliki peluang untuk dipulihkan. Kondisi tersebut menambah dampak terhadap sektor pertanian di berbagai wilayah terdampak.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat di Wilayah Ilocos, Cordillera, Luzon Tengah, Calabarzon, Mimaropa, dan Visayas Barat. NDRRMC melaporkan sekitar 3.758 rumah di tujuh wilayah mengalami kerusakan, sementara 603 rumah lainnya hancur.

Bencana tersebut juga menyebabkan korban jiwa, luka-luka, dan orang hilang. Jumlah korban meninggal yang dilaporkan mencapai 44 orang, dengan 12 di antaranya telah dipastikan meninggal akibat gangguan cuaca ekstrem.

Selain itu, sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sementara lima orang masih dinyatakan hilang. NDRRMC terus mencatat dampak siklon tropis dan habagat terhadap masyarakat serta berbagai sektor di Filipina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....