FAO: Harga Pangan Global Capai Level Tertinggi sejak 2022

  • 05 Sep 2026 21:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indeks Harga Pangan FAO mencapai 133,3 poin pada Agustus 2026, meningkat 1,9 persen dari Juli dan 2,5 persen dibanding Agustus 2025.
  • Level 133,3 poin merupakan yang tertinggi sejak akhir 2022, menunjukkan tren kenaikan harga pangan global yang berkelanjutan.
  • Kenaikan harga meliputi seluruh lima kelompok komoditas pangan yang menjadi bagian dari indeks FAO, mengindikasikan tekanan inflasi yang luas di sektor pertanian.

RRI.CO.ID, Roma — Indeks Harga Pangan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencapai rata-rata 133,3 poin pada Agustus. Angka tersebut meningkat 1,9 persen dibandingkan Juli dan 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melansir dari Xinhua, Sabtu, 5 September 2026, level tersebut menjadi yang tertinggi sejak akhir 2022. Kenaikan harga terjadi pada seluruh lima kelompok komoditas pangan yang masuk dalam indeks FAO.

Kenaikan terbesar terjadi pada harga gula, dengan Indeks Harga Gula FAO melonjak 11,9 persen secara bulanan, mencapai level tertinggi sejak Juni 2025. Kenaikan harga gula dipicu kekhawatiran terhadap pasokan global untuk musim 2026/2027.

Cuaca panas dan kering di Uni Eropa serta sejumlah wilayah Asia turut memengaruhi kondisi pasokan. Produksi gula Brasil yang lebih rendah juga mendorong kenaikan harga.

Selain itu, keputusan India untuk mengizinkan impor gula mentah tanpa bea masuk turut memengaruhi pasar gula global. Indeks Harga Serealia FAO meningkat 2,2 persen pada Agustus dan mencapai level tertinggi sejak Mei 2024.

Harga gandum naik 2,6 persen akibat gangguan logistik ekspor yang masih berlangsung di Laut Hitam. Prospek produksi gandum di sejumlah wilayah Eropa juga menurun akibat cuaca panas dan kering.

Selain itu, melemahnya dolar AS turut mendukung kenaikan harga gandum. Sementara itu, harga jagung meningkat 2,5 persen, dipengaruhi kekhawatiran terhadap hasil panen di sejumlah wilayah Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Permintaan jagung dari sektor etanol dan pakan ternak juga tetap kuat. Gangguan terhadap ekspor Ukraina turut memberikan tekanan terhadap harga jagung.

Indeks Harga Minyak Nabati naik 0,6 persen pada Agustus. Kenaikan tersebut menjadi peningkatan bulanan ketiga secara berturut-turut dan membawa indeks ke level tertinggi sejak Juni 2022.

Indeks Harga Daging juga meningkat 1,0 persen, didorong oleh meningkatnya harga daging unggas, babi, dan domba. Sementara itu, Indeks Harga Produk Susu naik 2,3 persen, menjadi yang pertama dalam empat bulan.

Meski mengalami kenaikan pada Agustus, Indeks Harga Pangan FAO masih berada 16,8 persen di bawah rekor tertinggi yang tercatat pada Maret 2022. FAO menilai kenaikan tersebut mencerminkan tekanan harga pada berbagai komoditas pangan utama di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....