Presiden Prabowo: Saat Dunia Bangun Tembok, Indonesia Pilih Membangun Jembatan

  • 05 Sep 2026 05:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memilih membangun jembatan kerja sama dan mendorong konektivitas melalui berbagai sektor di tengah dunia yang semakin terfragmentasi.
  • Indonesia tidak ingin memperlebar sekat antarnegara tetapi justru mendorong integrasi ekonomi dan perdagangan yang inklusif.
  • Presiden Prabowo mengkritisi tren global di mana perdagangan dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh kecurigaan, dan sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis.

RRI.CO.ID, Vladivostok - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia memilih membangun jembatan kerja sama di tengah dunia yang semakin terfragmentasi. Indonesia tidak ingin ikut memperlebar sekat antarnegara, tetapi mendorong konektivitas melalui berbagai sektor.

“Saat ini perdagangan kerap dijadikan senjata, rantai pasok dibentuk ulang oleh rasa saling curiga. Sektor keuangan terkotak-kotak secara geografis,” kata Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.

Menurut Presiden, situasi tersebut justru harus dijawab dengan memperbanyak jembatan kerja sama antarnegara. Jembatan itu dapat dibangun melalui berbagai sektor yang secara langsung menopang kehidupan dan perekonomian masyarakat.

“Justru karena dunia sedang terfragmentasi. Setiap jembatan yang dibangun di sini baik di bidang pangan, energi, sains, logistik, maupun perdagangan merupakan sebuah jawaban nyata,” ujar Presiden.

Presiden kemudian mengaitkan gagasan membangun jembatan tersebut dengan hubungan Indonesia dan Rusia. Menurutnya, jarak geografis kedua negara tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperkuat hubungan ekonomi.

“Samudra Pasifik tidak memisahkan kita, samudra Pasifik menghubungkan kita. Ia bukanlah tembok di antara kita, ia harus menjadi jalan raya antara dua perekonomian kita,” ucapnya.

Bagi Presiden, pendekatan tersebut bukan sekadar menggunakan bahasa simbolis. Indonesia ingin menerjemahkan gagasan konektivitas menjadi kerja sama konkret.

“Biarlah Forum ini dikenang karena di saat pihak lain membangun tembok, kita justru membangun jembatan,” kata Presiden.

Kepala Negara berharap generasi saat ini dikenang sebagai generasi yang memilih kerja sama dan pembangunan ketika dunia menghadapi masa-masa sulit. Tujuan akhirnya, kata Presiden, adalah memastikan kerja sama internasional menghasilkan kesejahteraan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....