Sedikitnya 10.000 Keluarga Kehilangan Rumah akibat Banjir Nepal

  • 28 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sedikitnya 10.000 keluarga di Nepal diperkirakan kehilangan rumah akibat banjir bandang yang sangat dahsyat.
  • Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menggambarkan situasi sebagai kondisi yang katastrofik dan sangat memprihatinkan.
  • Juru bicara IFRC Tommaso Della Longa memastikan bahwa kondisi di lapangan terus dipantau untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan.

RRI.CO.ID, Kathmandu — Sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kehilangan rumah akibat banjir bandang dahsyat yang melanda Nepal. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang “katastrofik”.

Melansir dari Anadolu, Jumat, 28 Agustus 2026, juru bicara IFRC Tommaso Della Longa mengatakan situasi di lapangan sangat memprihatinkan. Sedikitnya 10.000 keluarga kini diperkirakan tidak memiliki tempat tinggal akibat bencana tersebut.

Upaya penyelamatan dan penyaluran bantuan kepada para korban menghadapi berbagai kendala. Jalan-jalan yang menjadi akses utama menuju wilayah terdampak telah rusak, sementara sejumlah jembatan juga hancur akibat derasnya arus banjir.

Kerusakan infrastruktur membuat banyak daerah sulit dijangkau. Jaringan komunikasi di sejumlah wilayah terdampak juga mengalami gangguan sehingga menyulitkan koordinasi tim penyelamat dan bantuan kemanusiaan.

Beberapa komunitas yang terisolasi bahkan hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter. Kondisi tersebut membuat proses pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak menjadi semakin sulit.

Kepala delegasi IFRC di Nepal David Fisher mengatakan dampak banjir sangat parah. Ia menyebut seluruh desa dan sejumlah pasar telah menghilang akibat terjangan banjir bandang.

Banjir tersebut menyebabkan kerusakan luas terhadap permukiman dan fasilitas masyarakat. Kondisi ini juga meningkatkan kebutuhan terhadap bantuan kemanusiaan bagi ribuan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Tim penyelamat masih berupaya menjangkau masyarakat yang terisolasi. Bantuan darurat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan rumah akibat bencana.

Sementara itu, citra satelit digunakan untuk membantu mengetahui kemungkinan penyebab banjir. Berdasarkan analisis citra satelit, banjir kemungkinan dipicu oleh pecahnya bongkahan es besar dari sebuah gletser di kawasan Pegunungan Himalaya.

Gletser tersebut berada sekitar 20 kilometer di timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi. Pecahnya bongkahan es menyebabkan material dalam jumlah besar bergerak menuju sungai.

Berton-ton es dan batuan jatuh ke Sungai Bhotekoshi yang diduga memicu peningkatan aliran air yang kemudian menyebabkan banjir bandang. Banjir dengan cepat menerjang wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai.

Besarnya kerusakan membuat proses penanganan bencana menjadi semakin sulit. IFRC terus berupaya membantu masyarakat Nepal yang terdampak banjir bandang dan kehilangan tempat tinggal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....