UNICEF: 3,7 Juta Anak di Afghanistan Alami "Wasting"
- 27 Agt 2026 21:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UNICEF merilis sebanyak 3,7 juta anak di Afghanistan saat ini mengalami wasting atau kekurusan akibat malnutrisi akut.
- Hampir 40 persen anak yang dirawat di rumah sakit karena wasting berat dan komplikasi medis merupakan bayi berusia di bawah enam bulan.
- Tekanan terhadap rumah sakit juga semakin besar, utamanya sejak awal 2026, lebih dari 500.000 anak telah dirawat karena wasting sedang berisiko tinggi dan wasting berat.
RRI.CO.ID, Jenewa - UNICEF merilis sebanyak 3,7 juta anak di Afghanistan saat ini mengalami wasting atau kekurusan akibat malnutrisi akut. Sekitar 1 juta di antaranya mengalami malnutrisi akut berat yang mengancam nyawa.
“Di seluruh Afghanistan, 3,7 juta anak saat ini mengalami wasting atau mereka mengalami malnutrisi akut. Termasuk sekitar 1 juta anak dengan malnutrisi akut berat yang mengancam nyawa,” kata Perwakilan UNICEF di Afghanistan Tajudeen Oyewale dalam konferensi pers di Markas Besar PBB di Jenewa, Selasa, 25 Agustus.
Menurut Oyewale, hampir 40 persen anak yang dirawat di rumah sakit karena wasting berat dan komplikasi medis merupakan bayi berusia di bawah enam bulan. Sementara itu, anak berusia di bawah dua tahun mencakup 83 persen kasus malnutrisi akut berat.
Tekanan terhadap rumah sakit juga semakin besar, utamanya sejak awal 2026, lebih dari 500.000 anak telah dirawat karena wasting sedang berisiko tinggi dan wasting berat. “Kasus malnutrisi akut berat dengan komplikasi medis meningkat sepertiga, dibandingkan tahun lalu, dari 6.000 kasus pada Juli 2025 menjadi 8.000 kasus pada Juli 2026,” ucapnya.
Di sejumlah wilayah Afghanistan bagian selatan, beberapa rumah sakit bahkan harus menangani tiga tiga hingga empat anak dengan malnutrisi berat untuk setiap tempat tidur yang tersedia. Oyewale mengatakan, kondisi tersebut mencerminkan krisis yang semakin memburuk.
UNICEF juga menyoroti kondisi pangan anak-anak di Afghanistan, separuh anak di negara itu hidup dalam kondisi kemiskinan pangan berat. Yakni, hanya mengonsumsi makanan dari dua atau lebih sedikit kelompok pangan setiap hari.
“Penanganan tidak boleh menunggu sampai anak mengalami malnutrisi berat dan membutuhkan perawatan di rumah sakit, kita tahu apa yang sedang terjadi. Kita tahu anak-anak mana yang paling berisiko,” ucapnya.
“Dan kita tahu bagaimana mencegah krisis ini menjadi jauh lebih buruk. Namun, kita harus bertindak sekarang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....