UNICEF: Gempa Sebabkan Kerusakan Sepertiga Sekolah di Distrik Ibu Kota Caracas

  • 29 Jun 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter di Venezuela pekan lalu telah menewaskan sedikitnya 1.430 orang dan melukai 3.238 orang.
  • Tim penyelamat dari 27 negara, yang terdiri atas lebih dari 2.200 personel dan 140 anjing pelacak.
  • Distrik Ibu Kota Caracas, informasi awal menunjukkan bahwa 432 sekolah, atau lebih dari sepertiga jumlah sekolah di wilayah tersebut, mengalami kerusakan.

RRI.CO.ID, Caracas - Dua gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 skala Richter di Venezuela pekan lalu telah menewaskan sedikitnya 1.430 orang dan melukai 3.238 orang, berdasarkan data resmi terbaru. Lebih dari 3.100 keluarga terdampak, sementara pihak berwenang masih terus melakukan penilaian kerusakan, demikian dilansir UN News.

Kerusakan pada rumah sakit, sekolah, dan sistem penyediaan air bersih semakin memperburuk kondisi keluarga yang terdampak, banyak di antaranya masih mengungsi. Pada Sabtu, Koordinator Kemanusiaan PBB di Venezuela, Gianluca Rampolla, melakukan kunjungan pertamanya ke La Guaira.

Ini merupakan negara bagian yang paling parah terdampak gempa, bersama sejumlah badan PBB. Kunjungan tersebut mencakup peninjauan ke beberapa wilayah yang mengalami kerusakan paling parah serta pusat koordinasi tim pencarian dan penyelamatan.

Rampolla mengatakan ia juga menyaksikan solidaritas luar biasa dari warga, relawan, dan tim penyelamat dari berbagai negara yang datang membantu para korban. "Di saat perhatian dunia sering tertuju pada berbagai hal buruk yang terjadi, di sini kita justru menyaksikan solidaritas dari seluruh dunia untuk mendukung rakyat Venezuela," ujarnya.

Rampolla menambahkan, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan mereka yang masih hidup dari reruntuhan. “Karena itu, dukungan dan koordinasi terhadap tim penyelamat yang datang dari berbagai negara sangat penting, pada saat yang sama, kita juga harus memberikan dukungan kepada para penyintas,” katanya.

Tim penyelamat dari 27 negara, yang terdiri atas lebih dari 2.200 personel dan 140 anjing pelacak. Saat ini bekerja mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan dengan dukungan dan koordinasi dari PBB.

UNICEF menyatakan bahwa kerusakan rumah sakit di La Guaira, Caracas, Carabobo, Aragua, dan Falcón telah mengganggu pelayanan bagi anak-anak dan ibu hamil. Di Distrik Ibu Kota Caracas, informasi awal menunjukkan bahwa 432 sekolah, atau lebih dari sepertiga jumlah sekolah di wilayah tersebut, mengalami kerusakan.

Sejumlah sekolah yang masih aman kini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara bagi keluarga yang mengungsi. UNICEF telah mengerahkan tambahan personel dan bantuan logistik untuk menjangkau sekitar 650.000 orang, termasuk 234.000 anak.

Yakni, melalui layanan kesehatan, gizi, air bersih dan sanitasi, perlindungan anak, serta pendidikan. Sementara, pesawat bantuan pertama UNICEF yang membawa 20 ton pasokan medis serta peralatan air bersih dan sanitasi telah tiba di Venezuela pada Jumat.

Di La Guaira, PBB telah mendirikan tiga rumah sakit lapangan yang dilengkapi unit perawatan intensif (ICU), ruang perawatan, dan area penanganan trauma. Hal ini dilakukan guna memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....