Sekjen Desak PBB Adaptasi Hadapi Perubahan Konflik Global
- 27 Agt 2026 16:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan perlunya adaptasi operasi perdamaian PBB terhadap perubahan lanskap keamanan global yang sedang berlangsung.
- Guterres menekankan bahwa pendekatan PBB terhadap operasi perdamaian telah berkembang selama delapan dekade terakhir sesuai dengan evolusi konflik dan peluang tindakan bersama.
- Pertemuan pleno informal Majelis Umum PBB pada 25 Agustus 2026 menjadi forum penyampaian seruan untuk modernisasi strategi perdamaian PBB.
RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan agar operasi perdamaian PBB beradaptasi dengan realitas global yang baru. Seruan tersebut disampaikan pada Selasa, 25 Agustus 2026 dalam pertemuan pleno informal Majelis Umum PBB, dilansir dari Xinhua.
Guterres mengatakan lanskap keamanan global sedang mengalami perubahan besar. Menurutnya, pendekatan PBB terhadap operasi perdamaian telah berkembang selama delapan dekade terakhir seiring perubahan konflik dan peluang melakukan tindakan bersama.
Kini, operasi perdamaian kembali harus beradaptasi dengan kondisi yang berubah secara dramatis. Guterres mengatakan situasi geopolitik global sedang bergeser, dengan kekuatan yang semakin tersebar dan munculnya pusat-pusat pengaruh baru.
Pada saat yang sama, garis-garis persaingan baru semakin terbentuk. Dunia juga mengalami peningkatan kembali konflik antarnegara serta konflik internal yang semakin sering melibatkan kepentingan atau aktor internasional.
Menurut Guterres, banyak konflik berlangsung lebih lama dan semakin sulit diselesaikan. Ia juga menyoroti perubahan sifat peperangan yang berlangsung cepat serta semakin jarangnya kesepakatan perdamaian yang komprehensif.
Kondisi tersebut, kata Guterres, mendorong perlunya perubahan dalam cara PBB menjalankan operasi perdamaian. Ia menyerukan peningkatan peran diplomasi preventif, upaya menciptakan perdamaian, serta penyelesaian sengketa melalui cara-cara damai.
Guterres juga mendorong penguatan peran sekretaris jenderal, para utusan, dan Sekretariat PBB dalam upaya menyelesaikan konflik. Menurutnya, langkah tersebut penting agar PBB dapat merespons dinamika keamanan global yang semakin kompleks.
Selain itu, Guterres meminta operasi perdamaian menjadi lebih fleksibel dan hemat biaya. Ia juga menyerukan peningkatan akuntabilitas serta kemampuan teknologi dalam mendukung pelaksanaan operasi.
PBB, lanjutnya, perlu mempererat kemitraan dengan organisasi dan pihak-pihak di tingkat regional. Kerja sama yang lebih erat dinilai penting untuk menghadapi konflik yang semakin kompleks dan melibatkan banyak pihak.
“Operasi perdamaian pada dasarnya merupakan instrumen politik,” kata Guterres. Ia menekankan bahwa keberhasilan operasi tersebut bergantung pada mandat yang tepat dan kemauan dari pihak-pihak yang berkonflik.
Dukungan dari Dewan Keamanan PBB, negara-negara anggota, negara tuan rumah, dan mitra internasional juga diperlukan. Tanpa dukungan tersebut, operasi perdamaian akan menghadapi kesulitan dalam menjalankan mandatnya secara efektif.
“Kita harus beradaptasi dengan dunia yang berubah. Dan bersama-sama, kita harus menemukan kemauan serta sumber daya untuk membuka jalan menuju perdamaian,” ujar Guterres.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....