PBB Kecam Penggerebekan Israel di Pusat Pelatihan Qalandia

  • 26 Agt 2026 13:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pasukan keamanan Israel melakukan penggerebekan di Pusat Pelatihan Qalandia Yerusalem Timur dengan melibatkan lebih dari 50 personel dan empat kendaraan lapis baja pada pukul 10.00 waktu setempat.
  • PBB menilai tindakan penggerebekan tersebut ilegal dan mendapat kecaman keras dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
  • Sekitar 20 staf UNRWA berada di lokasi pada saat terjadinya penggerebekan oleh pasukan Israel.

RRI.CO.ID, Jenewa — PBB mengecam tindakan pasukan keamanan Israel yang memasuki Pusat Pelatihan Qalandia di Yerusalem Timur yang diduduki. Penggerebekan tersebut melibatkan lebih dari 50 personel Israel dan empat kendaraan lapis baja yang memasuki kompleks pukul 10.00 waktu setempat.

Saat kejadian, sekitar 20 staf Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) berada di lokasi. Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan tindakan tersebut dilakukan secara ilegal dan mendapat kecaman keras dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Melansir dari Anadolu, Rabu, 26 Agustus 2026, Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas tindakan otoritas Israel tersebut. Menurutnya, penggerebekan itu dapat mengganggu pendidikan kejuruan bagi generasi muda Palestina.

Pusat Pelatihan Qalandia telah menyediakan pendidikan kejuruan selama lebih dari 70 tahun. Fasilitas tersebut membantu para siswa memperoleh keterampilan yang dapat menjadi jalan menuju pekerjaan dan kemandirian ekonomi.

Setiap tahun, ratusan siswa dari berbagai wilayah Tepi Barat mengikuti pelatihan di pusat tersebut. UNRWA menyebut penggerebekan itu sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Peristiwa tersebut juga menjadi kali kelima otoritas Israel memasuki pusat pelatihan tanpa izin sejak Mei. Dujarric mengatakan tindakan itu merupakan bagian dari sejumlah pelanggaran terhadap fasilitas UNRWA.

Sebelumnya, kompleks UNRWA di Sheikh Jarrah telah dibongkar. Otoritas Israel juga dilaporkan memutus aliran air dan listrik ke sejumlah fasilitas UNRWA lainnya.

PBB menilai tindakan terhadap fasilitas UNRWA bertentangan dengan kewajiban Israel berdasarkan hukum internasional. Dalam pernyataannya, Dujarric merujuk pada Piagam PBB dan pendapat penasihat Mahkamah Internasional pada 2025.

Guterres kemudian mendesak Israel segera menghentikan campur tangan terhadap fasilitas UNRWA. Ia juga meminta seluruh fasilitas yang terdampak dikosongkan dan dikembalikan kepada PBB tanpa penundaan.

Pusat Pelatihan Qalandia merupakan sekolah kejuruan tertua yang dioperasikan UNRWA. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting bagi warga Palestina karena menyediakan pendidikan dan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....