Trump Teken Kebijakan Antariksa Baru, Targetkan 1.000 Peluncuran Roket AS per Tahun
- 23 Agt 2026 17:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- AS menargetkan kapasitas lebih dari 1.000 peluncuran roket per tahun pada 2030.
- Pemerintah AS membuka akses lokasi peluncuran dan pendaratan serta mendorong investasi swasta.
- Strategi mencakup keamanan nasional, layanan orbital komersial, serta logistik ke Bulan dan Mars.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden AS, Donald Trump menandatangani National Space Transportation Policy baru. Aturan tersebut menargetkan peningkatan kapasitas peluncuran roket Amerika Serikat menjadi lebih dari 1.000 peluncuran per tahun pada 2030.
Mengutip Space.com, Minggu, 23 Agustus 2026, kebijakan ini menjadi pembaruan pertama terhadap strategi transportasi antariksa AS sejak 2013. Regulasi tersebut diterbitkan pada Kamis, 20 Agustus 2026 dan dirancang untuk mengakomodasi pertumbuhan pesat industri antariksa komersial.
Sejak 2015, frekuensi peluncuran di AS disebut telah meningkat lebih dari 800 persen, didorong oleh perusahaan seperti SpaceX. Pemerintah AS akan memperluas akses komersial ke lokasi peluncuran dan pendaratan.
Langkah ini juga mencakup integrasi aktivitas penerbangan antariksa serta koridor peluncuran ke sistem pengendalian dan modernisasi lalu lintas udara. Dalam 180 hari, NASA, Departemen Transportasi (DOT), dan Departemen Pertahanan (DOD) diminta mengidentifikasi lokasi baru untuk kegiatan peluncuran.
Ketiga lembaga tersebut juga diminta menentukan fasilitas yang dapat ditingkatkan guna menambah kapasitas peluncuran. Pemerintah AS akan membuka peluang sewa serta investasi swasta untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Perhatian khusus diberikan pada lokasi pendaratan roket. Pemerintah menargetkan identifikasi lahan federal yang dapat dikembangkan menjadi lokasi re-entry kendaraan antariksa dalam waktu 90 hari.
Target pemerintah bahkan masih jauh di bawah ambisi SpaceX. CEO SpaceX Elon Musk menyatakan perusahaan menargetkan 30 atau lebih penerbangan Starship per hari pada 2030.
Angka itu, secara teoritis, setara dengan lebih dari 10.000 penerbangan per tahun. Starship sendiri masih dalam tahap pengembangan.
Untuk misi pemerintah, kebijakan baru menekankan pentingnya memiliki beberapa pilihan kendaraan peluncur. NASA dan DOD diminta menyediakan beberapa opsi menuju orbit serta memungkinkan pemindahan muatan antar-roket dari penyedia berbeda.
Strategi tersebut juga memperluas peran perusahaan komersial setelah sebuah wahana mencapai orbit. Pemerintah AS ingin mendorong layanan seperti pemeliharaan satelit, logistik antariksa, transportasi orbital, hingga pesawat antariksa komersial.
Dari sisi keamanan nasional, kebijakan ini menekankan kemampuan meluncurkan misi secara cepat. Departemen Pertahanan tengah mengembangkan kemampuan akses antariksa dalam waktu 48 jam melalui program Tactically Responsive Space.
Sejumlah demonstrasi, termasuk Victus Nox dan Victus Haze, menunjukkan kemampuan peluncuran dengan waktu persiapan yang semakin singkat. Dampaknya juga diharapkan meluas ke sektor ekonomi.
Pemerintah AS memproyeksikan kemajuan dalam manufaktur di orbit, farmasi, dan material bernilai tinggi. Peningkatan layanan penentuan posisi, navigasi, dan waktu juga diharapkan mendukung sektor pertanian serta prakiraan cuaca.
Ambisi kebijakan ini tidak berhenti di orbit Bumi. NASA juga diminta mengembangkan arsitektur logistik komersial untuk mengangkut kargo ke dan dari permukaan Bulan dan Mars.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....