Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Keamanan Kawasan
- 22 Agt 2026 17:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Melalui pertemuan 2+2, Indonesia dan Tiongkok terus memperkuat dialog dan kerja sama dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran kawasan.
- Kedua delegasi membahas penguatan kerja sama politik, keamanan, dan pertahanan, termasuk penegakan hukum, penanggulangan kejahatan lintas negara, dan keamanan siber.
- Terkait Laut Cina Selatan, Indonesia dan Tiongkok mendukung implementasi Declaration on the Conduct of Parties in the South China Sea (DOC).
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama politik, keamanan, dan pertahanan melalui pertemuan 2+2 di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026. Pertemuan mempertemukan Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Tiongkok Wang Yi, dan Menhan Tiongkok Dong Jun.
Dalam kesempatan itu, Menlu Sugiono mengatakan, dialog menjadi penting untuk membangun kepercayaan dan menjaga stabilitas kawasan di tengah dinamika global. Menurutnya, melalui pertemuan 2+2, Indonesia dan Tiongkok terus memperkuat dialog dan kerja sama dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran kawasan
“Kawasan kita membutuhkan kemitraan berdasarkan prinsip saling menghormati dan saling pengertian. Ini untuk menjaga kawasan tetap damai, terbuka, dan inklusif,” ujar Sugiono dalam pertemuan.
Kedua negara membahas penguatan kerja sama politik, keamanan, dan pertahanan, termasuk penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan lintas negara. Kerja sama keamanan siber juga menjadi perhatian melalui peningkatan kapasitas, pertukaran informasi, dan dialog teknis kedua negara.
Di bidang pertahanan, Indonesia dan Tiongkok sepakat memperkuat mekanisme military-to-military antara TNI dan People’s Liberation Army (PLA). Kedua pihak juga mendorong peningkatan pertemuan antarkementerian pertahanan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama pertahanan.
Terkait Laut Cina Selatan, Indonesia dan Tiongkok mendukung implementasi Declaration on the Conduct of Parties (DOC). Kedua negara juga mendorong penyelesaian Code of Conduct (CoC) ASEAN-Tiongkok dengan tetap mengedepankan sentralitas ASEAN.
Indonesia dan Tiongkok turut membahas penguatan kerja sama ASEAN-Tiongkok serta pentingnya menjaga stabilitas hubungan antarkekuatan besar. Indonesia menilai integrasi ekonomi regional dapat berkontribusi menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
Dalam isu global, kedua negara bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah, termasuk situasi Palestina. Kedua pihak menekankan pentingnya upaya internasional untuk mendorong solusi politik yang adil dan berkelanjutan bagi Palestina.
Mekanisme 2+2 pertama kali digelar di Beijing pada April 2025. Pertemuan kali ini menandai giliran Indonesia sebagai tuan rumah.
Pertemuan tersebut melengkapi arsitektur kerja sama Indonesia-Tiongkok dalam lima pilar strategis, termasuk bidang keamanan. Pertemuan 2+2 berikutnya akan diselenggarakan di Tiongkok sebagai bagian dari kesinambungan dialog strategis kedua negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....