Asap Karhutla Kalimantan Tembus Sarawak Malaysia, Sekolah di Kuching Diliburkan

  • 22 Agt 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kabut asap karhutla Kalimantan mulai menyebar ke Sarawak, Malaysia, dan membuat kualitas udara Kuching masuk kategori sangat berbahaya.
  • Pemerintah Sarawak meliburkan sekolah pada 20–21 Agustus 2026 setelah indeks pencemaran udara menembus angka di atas 200.
  • Asap terutama berasal dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, sementara pemerintah memperkuat deteksi dini hingga pemadaman titik api.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai sampai ke wilayah Sarawak, Malaysia. Dalam tiga hari terakhir, kualitas udara di Kuching, Sarawak memburuk hingga masuk kategori sangat berbahaya.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Abdullah Zulkifli mengatakan, pemerintah Sarawak bahkan meliburkan sekolah pada 20–21 Agustus 2026. Siswa diminta mengikuti pembelajaran dari rumah karena indeks pencemaran udara menembus angka di atas 200.

"Akumulasi asap itu baru terasa dua sampai tiga hari terakhir ini mencapai level API. Atau di atas 200 atau sangat membahayakan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan dampak karhutla di Kalimantan tidak lagi berhenti di wilayah yang terbakar. Asap bergerak melintasi batas negara dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Sarawak.

Ia menyebut, sumber asap terutama berasal dari wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng). Meski begitu, wilayah Sarawak juga memiliki sejumlah titik api, antara lain di daerah Lundu dan Sri Aman.

Ia mengatakan, Menko Polhukam telah menjadi koordinator penanganan karhutla dan telah memimpin apel siaga di sejumlah wilayah Kalimantan. "Upaya tersebut mencakup pendeteksian dini, penanganan titik api sejak awal, hingga pemadaman," ucapnya.

Dampak Karhutla di Kalbar Diberitakan sebelumnya, dampak Karhutla juga dirasakan di wilayah Kalimantan Barat. Kabut asap bahkan sempat menyebabkan jarak pandang di Ketapang dan Kubu Raya turun hingga di bawah satu kilometer pada pagi hari.

"Jarak pandang sempat turun di bawah satu kilometer akibat kabut asap tebal di Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya pada pagi hari," kata Kasatgas Informasi Bencana BPBD Kalbar, Daniel. Terkait dengan kualitas udara, di Jongkat, Kabupaten Mempawah, konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 148,8 mikrogram per meter kubik.

Di Sungai Tebelian, Sintang, tercatat mencapai 309,1 mikrogram per meter kubik dan Sungai Raya, Kubu Raya. Konsentrasinya mencapai 254,1 mikrogram per meter kubik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....