Presiden Iran Tegaskan Negosiasi AS Bukan Berarti Menyerah

  • 21 Agt 2026 13:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menekankan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak berarti Iran menyerah atau berkompromi dengan prinsip nasionalnya.
  • Iran berkomitmen mempertahankan keutuhan wilayah dan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap tahap perundingan diplomatik.
  • Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam konteks hubungan internasional Timur Tengah.

RRI.CO.ID, Teheran — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negosiasi dengan Amerika Serikat tidak berarti Iran menyerah. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 19 Agustus 2026 dalam sebuah konferensi di Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Melansir dari Xinhua, Pezeshkian menekankan pentingnya mempertahankan keutuhan wilayah Iran selama proses perundingan. Ia menegaskan bahwa Iran akan tetap mempertahankan kepentingan nasionalnya dan bergerak maju dalam negosiasi secara bertahap.

Menurut Pezeshkian, proses tersebut harus dilakukan dengan kekuatan penuh, kebijaksanaan, martabat, dan tetap memperhatikan kepentingan Iran. Ia menegaskan bahwa prinsip-prinsip tersebut akan menjadi dasar Iran dalam menghadapi perundingan dengan Washington.

Pezeshkian menjelaskan bahwa Iran memiliki sejumlah tujuan utama dalam perundingan dengan AS. Tujuan tersebut antara lain mengakhiri perang, mencabut blokade angkatan laut terhadap Iran, serta membebaskan aset negara yang dibekukan.

Setelah tujuan tersebut tercapai, Iran berencana melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir. Pezeshkian menilai isu-isu tersebut perlu menjadi bagian dari proses diplomatik antara Teheran dan Washington.

Pernyataan Pezeshkian muncul setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan memerintahkan utusannya untuk menghentikan pembicaraan dengan Iran pada Selasa. Media lokal melaporkan informasi tersebut dengan mengutip seorang pejabat AS.

Pada Rabu, Trump juga mengumumkan apa yang disebutnya sebagai “operasi ekonomi yang menghancurkan” terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengatakan bahwa situasi dengan Iran “sangat baik”.

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian perang di seluruh front pada 18 Juni. Kesepakatan tersebut memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk melakukan negosiasi.

Namun, masa negosiasi berdasarkan nota kesepahaman tersebut berakhir pada Senin. Hingga kini, masih belum jelas bagaimana pembicaraan antara Teheran dan Washington akan dilanjutkan setelah ketegangan kedua negara kembali meningkat.

Meski menghadapi ketidakpastian diplomatik, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap terbuka terhadap negosiasi. Ia menekankan bahwa berunding dengan Amerika Serikat tidak boleh dipandang sebagai bentuk penyerahan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....