Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-Tiongkok Fokus Bahas Kemitraan Ekonomi

  • 20 Agt 2026 15:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia dan Tiongkok akan menggelar Dialog Strategis Komprehensif (CSD) yang kali ini fokus membahas kemitraan ekonomi.

RRI.CO.ID, Jakarta – Dialog Strategis Komprehensif (CSD) antara Indonesia dan Tiongkok akan terfokus pada pembahasan mengenai kemitraan ekonomi. Demikian disampaikan Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arifianto Sofiyanto, Kamis, 20 Agustus 2026 di Jakarta.

Kegatan CSD Indonesia dan Tiongkok akan berlangsung pada Jumat 21 Agustus 2026 di Kantor Kemlu Jakarta. Pertemuan akan Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono dan Menlu Tiongkok, Wang Yi.

Menurut Arifianto, kemitraan strategis kedua negara sebenarnya mencakup lima area yaitu politik, ekonomi, hubungan antarmasyarakat, maritim, dan keamanan. “Namun, bobot pembahasan masing-masing area ini berbeda-beda tergantung kesepakatan kedua pihak,” ujar Gori, panggilan akrabnya.

Pada dialog strategis komprehensif kali ini, lanjut dia, pembahasan akan terfokus pada kemitraan ekonomi. Namun, Gori tidak merinci poin-poin yang akan dibicarakan oleh delegasi Indonesia dan Tiongkok pada pertemuan besok tersebut.

Menurut dia, diharapkan CSD perdana ini akan mencapai tujuan utamanya yaitu penguatan komitmen kedua negara. Terutama yang terkait dengan keberlanjutan penguatan investasi dan perdagangan.

“Hal ini tentunya menjadi salah satu pembahasan bersama,” ujarnya. “Yaitu bagaimana caranya untuk lebih menguatkan ekonomi kedua pihak khususnya di bidang investasi dan perdagangan.”

Ini merupakan CSD perdana yang dilakukan Indonesia dan Tiongkok setelah kedua negara meningkatkan hubungan menuju kemitraan strategis komprehensif. Inisiatif tersebut disepakati saat Menlu Sugiono berkunjung ke Beijing pada April 2025.

Pada CSD kali ini, Menlu Wang Yi akan didampingi sejumlah pejabat tingkat wakil menteri di bidang ekonomi. “Kami juga sedang mengundang kehadiran wamen-wamen di bidang ekonomi sebagai counterpart mereka,” ucapnya.

Pada hari yang sama juga akan berlangsung pertemuan Menlu dan Menteri Pertahanan kedua negara dengan mekanisme 2+2. “Ini sesuai dengan namanya yaitu joint foreign and defense ministerial meeting,” kata Gori menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....