Menlu RI Sampaikan Apresiasi Negara-negara Sahabat yang Simpati pada Gempa NTT

  • 20 Agt 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu RI Sugiono disebut mengapresiasi berbagai simpati dan solidaritas yang disampaikan negara-negara sahabat pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Pemerintah RI saat ini memfokuskan penanganan pascagempa melalui kapasitas sumber daya nasional.
  • Juru Bicara Kemlu Tiongkok, Lin Jian bahwa pemerintahnya siap memberikan bantuan kepada Indonesia untuk penanganan pascagempa NTT.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menlu RI Sugiono disebut mengapresiasi berbagai simpati dan solidaritas yang disampaikan negara-negara sahabat pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun apresiasi itu disampaikan Menlu RI di hadapan para duta besar saat resepsi diplomatik 81 tahun Kemlu RI, Rabu, 19 Agustus 2026, malam di Gedung Pancasila, Jakarta.

“Pak Menlu menyampaikan apresiasi yang tulus atas pesan belasungkawa, simpati, dan solidaritas yang disampaikan oleh negara-negara sahabat dan mitra kami. Menyusul gempa bumi dahsyat yang melanda Nusa Tenggara Timur, tentu saja dukungan tersebut sangat berarti bagi kami di tengah masa sulit ini,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers, Kamis, 20 Agustus 2026 di Ruang Palapa, Jakarta.

Menurut Yvonne, pemerintah RI saat ini memfokuskan penanganan pascagempa melalui kapasitas sumber daya nasional. Menyusul, adanya kesediaan sejumlah negara sahabat yang bersedia memberikan bantuan kepada Indonesia dalam penanganan pascagempa di NTT.

“Terkait bantuan atau Pemerintah RI saat ini, kita fokus penanganan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak itu dapat terpenuhi melalui kapasitas. Dan, sumber daya nasional yang kita miliki,” ucapnya.

Sementara, Juru Bicara Kemlu Tiongkok, Lin Jian bahwa pemerintahnya siap memberikan bantuan kepada Indonesia untuk penanganan pascagempa NTT. Sedangkan, Menlu Tiongkok, Wang Yi dijadwalkan akan memimpin Pertemuan Dialog Strategis Komprehensif (CSD) ke-1 bersama Menlu Sugiono di Jakarta.

“Terkait NTT, dikaitkan dengan kunjungan Wang Yi, itu detailnya kita akan lihat besok (Jumat, 21 Agustus). Apakah khusus ini dibahas,” ujar Yvonne Mewengkang menambahkan.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 72 jiwa. Jumlah itu berdasarkan update data Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) BNPB, Kamis, 20 Agustus hingga pukul 09.00 WIB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....