Pakistan Komit Jaga Keamanan Kawasan lewat Perjanjian Pertahanan Bersama
- 16 Agt 2026 00:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan memastikan akan terus memainkan peran dalam menjaga keamanan bersama di kawasan.
- Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah antara Pakistan, Turki, dan Arab Saudi pada 7 Agustus 2026 di Mekkah.
- Dalam perjanjian itu, ketiga negara sepakat bahwa agresi atau serangan terhadap salah satu negara akan dipandang sebagai agresi dan serangan terhadap ketiganya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pakistan memastikan akan terus memainkan peran dalam menjaga keamanan bersama di kawasan. Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah antara Pakistan, Turki, dan Arab Saudi pada 7 Agustus 2026 di Mekkah.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri mengatakan, Pakistan memandang keamanan kawasan sebagai hal yang sangat penting. Karena itu, Pakistan aktif mengambil peran dalam upaya menjaga stabilitas kawasan, termasuk sebagai fasilitator dan mediator perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.
“Pakistan meyakini bahwa keamanan kawasan sangat penting. Oleh karena itu, kami telah memainkan peran yang sangat aktif, baik sebagai fasilitator maupun mediator antara Iran dan Amerika Serikat,” kata Zahid ditemui di sela-sela perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Pakistan, Jumat, 14 Agustus, malam di Jakarta.
Menurut Zahid, keamanan kawasan membutuhkan kerja sama seluruh negara. Setiap negara, kata dia, perlu bekerja sama untuk menjaga keamanan masing-masing sekaligus menciptakan keamanan bersama di kawasan.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah yang ditandatangani Pakistan, Turki, dan Arab Saudi. Dalam perjanjian itu, ketiga negara sepakat bahwa agresi atau serangan terhadap salah satu negara akan dipandang sebagai agresi dan serangan terhadap ketiganya.
“Baru-baru ini Pakistan telah menandatangani perjanjian pertahanan antara Pakistan, Arab Saudi, dan Turki. Saat ini, ketiga negara tersebut berpandangan bahwa setiap agresi terhadap salah satu dari negara-negara tersebut akan dianggap sebagai agresi dan serangan terhadap ketiga negara,” ujarnya.
“Kami memandang ini sebagai perkembangan yang sangat penting, tetapi perjanjian tersebut ditujukan untuk tujuan defensif.”
Zahid menegaskan, Pakistan akan terus mengedepankan kepentingan pertahanan dan berkontribusi terhadap keamanan bersama di kawasan. Menurut dia, upaya menjaga stabilitas regional merupakan proses yang tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang.
“Pakistan selalu bekerja untuk kepentingan pertahanan, dan kami akan terus memainkan peran dalam menjaga keamanan bersama di kawasan kami. Kami selalu menyadari bahwa ini akan menjadi proses yang sulit dan panjang, karena kedua negara sudah begitu lama tidak saling berbicara,” ucap Dubes Zahid.
“Saya kira kita telah mencapai kemajuan yang cukup besar dalam mempertemukan para negosiator dari kedua pihak. Kini mereka sudah duduk berhadapan di meja perundingan dan berbicara satu sama lain, kami tetap berharap dapat mencapai perdamaian yang langgeng di kawasan.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....