Pakistan Ingin Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

  • 15 Agt 2026 22:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pakistan ingin memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia.
  • Pakistan memiliki sekitar 250 juta penduduk, sedangkan Indonesia sekitar 280 juta, jika digabungkan jumlah penduduk kedua negara mencapai lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.
  • Pakistan merupakan mitra ekonomi penting bagi Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral 2025 mencapai sekitar USD4,26 miliar naik 2,9 persen dibandingkan 2024.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pakistan ingin memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Indonesia. Kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri pada perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Pakistan, Jumat, 14 Agustus, malam di Jakarta.

Zahid Hafeez Chaudhri mengatakan, hubungan ekonomi Indonesia dan Pakistan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Salah satunya melalui peningkatan kerja sama perdagangan yang saat ini berada dalam kerangka Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (PTA).

“Anda akan segera melihat Perjanjian Perdagangan Preferensial antara Pakistan dan Indonesia. Yang berkembang menjadi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) antara kedua negara,” ujar Zahid.

Zahid menambahkan, hubungan perdagangan kedua negara telah terjalin erat dalam berbagai sektor. Menurutnya, pedagang tembaga, produsen sabun, dan pedagang minyak sawit Pakistan telah lama beraktivitas di Indonesia, serta produk rempah Indonesia juga banyak diperdagangkan ke Pakistan.

Zahid mengatakan, besarnya jumlah penduduk kedua negara menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi. Pakistan memiliki sekitar 250 juta penduduk, sedangkan Indonesia sekitar 280 juta, jika digabungkan jumlah penduduk kedua negara mencapai lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.

Potensi tersebut, lanjut Zahid, juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan industri halal. Nilai ekonomi halal global saat ini diperkirakan mencapai sekitar USD7 triliun, terdiri atas sekitar USD2,5 triliun dari produk halal dan USD5 triliun dari jasa halal.

“Pakistan dan Indonesia tidak hanya dapat memajukan ekonomi halal di masing-masing negara, tetapi bersama-sama kita dapat menjadi pemimpin dalam industri halal. Kedua negara juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama industri halal Indonesia dan Pakistan,” ujarnya menjelaskan.

Perayaan kemerdekaan Pakistan tahun ini juga menjadi momentum dimulainya babak baru hubungan bisnis kedua negara. Kata Presiden Indonesia-Pakistan Business Council (IPBC) Ahmed Sultanbhai pada kesempatan yang sama.

“Tujuan kami sederhana, yaitu menciptakan lebih banyak peluang bagi masyarakat Indonesia dan Pakistan untuk bekerja sama. Kemudian, berdagang, berinvestasi, serta saling memahami dengan lebih baik,” kata Ahmed.

Pakistan merupakan mitra ekonomi penting bagi Indonesia, dengan nilai perdagangan bilateral 2025 mencapai sekitar USD4,26 miliar naik 2,9 persen dibandingkan 2024. Di sisi lain ekspor Indonesia tercatat sekitar USD4,11 miliar, sedangkan impor dari Pakistan sekitar USD153 juta.

“Angka-angka tersebut tidak hanya menunjukkan kuatnya kemitraan ekonomi kita. Tetapi juga membuka pintu bagi banyak peluang yang masih belum dimanfaatkan dan masih dapat dikembangkan,” ujar Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri pada kesempatan yang sama.

Ia menyebut permintaan minyak sawit Pakistan menjadi salah satu peluang utama. Pada 2025, minyak sawit dan fraksinya menyumbang lebih dari USD3,2 miliar terhadap ekspor Indonesia ke Pakistan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....