Satu ABK WNI Hilang Pasca Serangan Drone di Yaman

  • 13 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemlu RI mengkonfirmasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal MV Tihamah dinyatakan hilang, pasca serangan drone, Selasa, 11 Agustus di perairan Yaman.
  • Serangan drone juga menyebabkan dua ABK WNI lainnya mengalami luka akibat serpihan, dengan satu di antaranya sempat mendapatkan pengobatan.
  • Sementara, Menlu RI Sugiono telah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Yaman, atas asistensi dan memfasilitasi berbagai keperluan akses konsuler pasca insiden ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kemlu RI mengkonfirmasi seorang Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal MV Tihamah dinyatakan hilang, pasca serangan drone, Selasa, 11 Agustus di perairan Yaman. Kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah dalam konferensi pers, Kamis, 13 Agustus 2026 di Ruang Palapa, Jakarta.

“Satu ABK lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait. Hal ini dikonfirmasi melalui note verbale dari Kemlu Yaman yang kita terima pagi ini,” ujar Heni menjelaskan.

Serangan drone juga menyebabkan dua ABK WNI lainnya mengalami luka akibat serpihan, dengan satu di antaranya sempat mendapatkan pengobatan. Beruntung, keduanya dinyatakan selamat dan dalam keadaan stabil.

Pada saat yang sama menurut Heni, KBRI Muscat melakukan berbagai langkah yang diperlukan untuk memastikan pelindungan para ABK WNI. Termasuk, mempersiapkan fasilitasi kepulangan ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan.

“Sementara itu secara bersamaan kami di Direktorat PWNI bersama-sama Kemenhub juga melakukan family engagement untuk bertemu dengan keluarga para ABK ini. Untuk menjelaskan penanganan dan situasi terkini yang disampaikan kepada keluarga,” kata Heni Hamidah menambahkan.

Sementara, Menlu RI Sugiono telah menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Yaman, atas asistensi dan memfasilitasi berbagai keperluan akses konsuler pasca insiden ini. Dalam komunikasi melalui sambungan telepon kepada Menlu Afrah al-Zouba Rabu malam, Menlu RI turut mengutuk serangan kepada kapal MV Tihamah.

“Tadi malam Pak Menlu had a phone call dengan Menlu Yemen dan tentunya beliau strongly condemned serangan ini dan menekankan perlunya urgent need. Untuk mencegah further escalation dan kita berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Yemen dalam menjaga terus perdamaian dan stabilitas di kawasan,” kata Juru Bicara II Kemlu RI, Nabyl Mulachela dalam kesempatan yang sama.

Adapun kapal MV Tihamah membawa 11 ABK yang terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Otoritas Yaman saat ini tengah melakukan pencarian terhadap satu ABK WNI yang dinyatakan hilang akibat serangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....