Satu ABK WNI Luka Ringan akibat Serpihan dalam Serangan Drone di Yaman

  • 12 Agt 2026 11:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Satu dari tiga anak buah kapal (ABK) WNI mengalami luka ringan akibat terkena serpihan dalam insiden serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di Yaman.
  • Berdasarkan komunikasi KBRI Muscat dengan ABK WNI yang selamat, satu WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.
  • Heni menegaskan informasi mengenai WNI yang diberitakan meninggal dunia tersebut masih dalam proses verifikasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Satu dari tiga anak buah kapal (ABK) WNI mengalami luka ringan akibat terkena serpihan dalam insiden serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah dalam keterangan tertulis dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.

"Kemlu melalui KBRI Muscat terus memantau perkembangan insiden serangan drone. Yaitu, terhadap kapal MV Tihamah di wilayah Yaman pada 11 Agustus 2026," ujar Heni menambahkan.

Kapal tersebut membawa 11 ABK yang terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan komunikasi KBRI Muscat dengan ABK WNI yang selamat, satu WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, satu ABK WNI lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Adapun satu ABK WNI lainnya diberitakan sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Namun, Heni menegaskan informasi mengenai WNI yang diberitakan meninggal dunia tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk mendapatkan konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI tersebut.

“Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” katanya menjelaskan.

Di sisi lain Heni mengungkapkan, Kemlu RI bersama KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak terkait lainnya. Guna memperoleh perkembangan lebih lanjut terkait insiden.

“Termasuk, mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pelindungan bagi ketiga ABK WNI termasuk mengupayakan penanganan dan pertolongan yang diperlukan. Serta, mempersiapkan fasilitasi kepulangan para WNI ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan,” ucap Heni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....