Inggris Dukung Israel di Tepi Barat, Arab Saudi Komitmen Bela Palestina

  • 12 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu Inggris Ed Miliband menuduh Israel melakukan pembersihan etnis di Palestina, dalam pidato yang disampaikan di hadapan para anggota parlemen pekan ini.
  • Keputusan Inggris itu pun mendapatkan respons dari Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi.
  • Setelah pidato Miliband, 12 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung solusi dua negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah H. Amodi, menegaskan sikap negaranya dalam isu Palestina. Pernyataan itu disampaikan menanggapi sikap Inggris terhadap kebijakan Israel di wilayah Palestina, termasuk permukiman di Tepi Barat.

“Sikap pemerintah Arab Saudi sangat jelas berkaitan dengan isu Palestina ini. Kita tahu bahwa Saudi sangat jelas memberikan sikap terhadap Palestina,” ujar Faisal usai pertemuan dengan para pemimpin redaksi nasional di Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menuduh Israel melakukan pembersihan etnis terhadap warga Palestina. Miliband juga menegaskan posisi resmi Inggris bahwa permukiman Israel yang berkembang di Tepi Barat merupakan pelanggaran hukum internasional.

Inggris kemudian mengumumkan sanksi terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Pemerintah Inggris juga memperketat pembatasan penjualan senjata kepada Israel.

Adapun Menlu Miliband turut mengumumkan sanksi terhadap permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki. Yakni, dengan menuduh pemerintah Israel menutup mata terhadap pembersihan etnis terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh para pemukim.

Miliband mengatakan, tidak percaya rakyat Inggris ingin pemerintahnya mendukung pendudukan dengan menerima produk-produk dari permukiman tersebut. Miliband juga mengumumkan pembatasan baru yang lebih ketat terhadap penjualan senjata kepada Israel.

Dilansir Al Jazeera larangan perdagangan Inggris terhadap barang-barang dari permukiman ilegal muncul di tengah meningkatnya gelombang pogrom atau penyerangan massal. Hal ini dilakukan para pemukim Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat yang diduduki, serta perluasan permukiman yang kontroversial.

Setelah pidato Miliband, 12 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mendukung solusi dua negara. Bahkan, menyatakan niat mereka untuk memberlakukan pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel.

Kedua belas negara tersebut yakni Prancis, Inggris, Kanada, Denmark, Spanyol, Finlandia, Irlandia, Islandia, Norwegia, Polandia, Portugal, dan Swedia. Mereka menyerukan pemerintah Israel menghentikan perluasan permukiman di wilayah Palestina.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menanggapi pernyataan Miliband dengan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak benar. Bahkan, ia mengumumkan langkah-langkah balasan, termasuk menutup konsulat Inggris di Yerusalem Timur, tulis BBC dalam laporannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....