Taiwan Protes “Passing Exercise” Tiongkok-RI,TNI AL Sampaikan Respons
- 12 Agt 2026 17:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Angkatan Laut Tiongkok dan Indonesia dikabarkan akan menggelar passing exercise atau latihan melintas.
- KRI I Gusti Ngurah Rai-332 pasca exercise Orruda 2026 dari Vladivostok, Rusia, yang akan melakukan passing exercise dalam perjalanan kembali ke tanah air.
- Passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting atau kemampuan tempur.
RRI.CO.ID, Jakarta - Angkatan Laut Tiongkok dan Indonesia dikabarkan akan menggelar passing exercise atau latihan melintas. Kementerian Pertahanan Tiongkok pada Selasa, 11 Agustus, menyebut latihan akan berlangsung di perairan sebelah timur Taiwan, tulis Reuters dalam laporannya.
Hal itu pun memicu protes dari pemerintah Taiwan, demikian dilansir Taiwan News. Kementerian Luar Negeri Taiwan pada Rabu mengecam rencana latihan militer Tiongkok di perairan sebelah timur Taiwan yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.
Sementara, TNI Angkatan Laut (AL) merespons kabar rencana passing exercise melalui pernyataannya, Rabu, 12 Agustus. Adapun, KRI I Gusti Ngurah Rai-332 pasca exercise Orruda 2026 dari Vladivostok, Rusia, akan melakukan passing exercise dalam perjalanan kembali ke tanah air.
“Selama perjalanan Lintas Laut (linla) KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 dari Vladivostok, Rusia sampai kembali ke tanah air. Akan melaksanakan latihan passing exercise dengan negara-negara yang akan dilewati,” kata Kadispenal, Tunggul, dalam pernyataan tertulis kepada wartawan.
Tunggul memastikan passing exercise yang dilaksanakan bukan bersifat war fighting atau kemampuan tempur. “Tetapi sebagai tradisi Navy (AL) secara universal apabila melintas wilayah perairan suatu negara,” ujar Tunggul menegaskan.
Tunggul turut menyebut, passing exercise juga merupakan goodwill engagement atau kegiatan untuk mempererat hubungan, yang umum dilakukan oleh Angkatan laut di dunia. Hal itu menurutnya sebagai wujud naval brotherhood atau ikatan persaudaraan antarangkatan laut serta diplomasi maritim yang melekat pada kapal perang.
“Politik luar negeri Indonesia bebas aktif memberikan peluang kerjasama menguntungkan dengan negara manapun. Termasuk giat Passex (passing exercise) dengan sejumlah negara,” kata Tunggul menutup pernyataannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....