Mengapa Hiroshima-Nagasaki Kini Aman dari Radiasi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

  • 06 Agt 2026 16:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tingkat radiasi Hiroshima setara dengan radiasi alami dan aman bagi manusia.
  • Radiasi awal menjadi penyebab utama korban jiwa, sedangkan radiasi sisa menurun drastis dalam beberapa hari setelah ledakan.
  • Paparan radiasi dosis tinggi dapat memicu leukemia, kanker, dan penyakit lain yang muncul bertahun-tahun kemudian.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kota Hiroshima dibom atom oleh Amerika Serikat pada 6 Agustus 1945, disusul Nagasaki tiga hari kemudian. Kedua pengeboman tersebut menjadi satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam perang.

Mengutip laman resmi Pemerintah Kota Hiroshima, tingkat radiasi di kedua kota itu telah kembali ke level normal. Besarnya radiasi kini setara dengan radiasi latar belakang alami yang ditemukan di berbagai wilayah di Bumi.

Bom atom melepaskan energi dalam jumlah sangat besar. Ini termasuk sekitar lima persen radiasi awal (initial radiation) dan sepuluh persen radiasi sisa (residual radiation).

Radiasi awal dipancarkan sesaat setelah ledakan dan menjadi penyebab utama tingginya korban jiwa. Terutama bagi mereka yang berada dalam radius sekitar satu kilometer dari titik ledakan.

Sementara itu, radiasi sisa tetap berada di lingkungan setelah ledakan dan dapat memengaruhi orang yang memasuki wilayah terdampak. Sekitar 80 persen radiasi sisa dilepaskan dalam 24 jam pertama setelah ledakan.

Akibatnya, tingkat radiasi menurun sangat cepat hingga tinggal sekitar sepersejuta dari kondisi awal dalam waktu satu minggu. Meski demikian, paparan radiasi dalam dosis tinggi saat pengeboman menyebabkan kerusakan sel yang dapat memicu penyakit.

Contohnya yakni seperti penyakit leukemia maupun kanker. Dampak kesehatan tersebut tidak selalu muncul secara langsung, tetapi dapat berkembang bertahun-tahun setelah seseorang terpapar radiasi.

Para peneliti menyatakan masih banyak aspek mengenai dampak jangka panjang radiasi yang belum sepenuhnya dipahami. Karena itu, penelitian mengenai efek radiasi terhadap kesehatan manusia terus dilakukan hingga saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....