Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan SDM

  • 05 Agt 2026 08:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan talenta global.
  • Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan kerja sama pengembangan SDM merupakan salah satu pilar penting dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–Jepang.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dan Jepang memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kerja sama itu juga mencakup pengembangan talenta global.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dengan Menteri Jepang, Kimi Onoda, di Tokyo. Muhaimin menegaskan Indonesia siap menjadi mitra strategis Jepang yang akan menyediakan SDM profesional dan berdaya saing global.

Menurutnya, pemerintah juga mendorong penyelarasan pendidikan vokasi dan sertifikasi kompetensi. Selain itu, pengembangan Mutual Recognition Agreement (MRA) terus diperkuat.

"Indonesia juga mendorong penyelarasan pendidikan vokasi, sertifikasi kompetensi. Serta pengembangan Mutual Recognition Agreement pada sektor prioritas," kata Muhaimin dalam keterangan KBRI Tokyo, Selasa 4 Agustus 2026.

Muhaimin mengatakan Presiden Prabowo Subianto menjadikan pengembangan tenaga kerja terampil sebagai prioritas nasional. Program itu disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Pemerintah menerapkan prinsip safe and orderly migration dalam penempatan pekerja. Calon pekerja dibekali keterampilan, budaya kerja, dan kemampuan beradaptasi.

Kedua negara juga sepakat memperkuat penempatan tenaga kerja Indonesia di Jepang. Langkah itu dinilai menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Pengalaman bekerja di Jepang diharapkan meningkatkan kompetensi pekerja Indonesia. Bekal tersebut dapat dimanfaatkan setelah kembali ke Tanah Air.

Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini Sjahrir, mengatakan kerja sama SDM menjadi pilar penting kemitraan strategis kedua negara. "Kerja sama ini juga memperkokoh persahabatan Indonesia dan Jepang," kata Kartini.

Dalam kesempatan itu, Muhaimin turut menyampaikan belasungkawa atas gempa di Kumamoto. Ia berharap proses pemulihan berjalan lancar.

Sebelumnya, Muhaimin juga bertemu Menteri Kehakiman Jepang, Hiraguchi Hiroshi. Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama migrasi kerja yang legal, aman, dan terlindungi.

Menurut KBRI Tokyo, hingga akhir 2025 terdapat 266.069 WNI di Jepang. Jumlah tersebut meningkat 33,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....