AS Perkuat Kemitraan di Indonesia, Kenang Penerbang Perang Dunia II di Biak

  • 03 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim Departemen Perang AS untuk Pencarian dan Identifikasi Tentara yang Hilang atau Tawanan Perang (DPAA), menyelesaikan misi investigasi di Pulau Biak 20–23 Juli.
  • Ini langkah awal penting dalam memperluas kemampuan DPAA menemukan kembali artefak sejarah dan jenazah personel militer AS yang hilang dari masa Perang Dunia II di Indonesia.
  • Sejarawan DPAA Dr. Kyle Bracken dan Dr. Alex Peterson melaksanakan investigasi lapangan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim Departemen Perang AS untuk Pencarian dan Identifikasi Tentara yang Hilang atau Tawanan Perang (DPAA), menyelesaikan misi investigasi di Pulau Biak 20–23 Juli. Ini langkah awal penting dalam memperluas kemampuan DPAA menemukan kembali artefak sejarah dan jenazah personel militer AS yang hilang dari masa Perang Dunia II di Indonesia.

Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MOU) yang ditandatangani oleh kedua negara pada 13 April 2026. Adapun dalam kunjungan ke Biak turut mendampingi Kantor Atase Pertahanan (DAO) Kedutaan Besar AS di Jakarta.

Tim gabungan bertemu dengan Marsekal Muda (Marsda) TNI Azhar Aditama, Panglima Komando Operasi Udara III TNI Angkatan Udara di wilayah tersebut. Tim menyerahkan surat penghargaan dan plakat komando sebagai apresiasi kepada Marsda TNI Azhar Aditama dalam proses penyerahan artefak bersejarah dan kemungkinan jenazah warga AS kepada DPAA.

“Kemitraan kami dengan Pemerintah Indonesia, khususnya dukungan luar biasa dari para pemimpin seperti Marsda TNI Azhar Aditama. Merupakan landasan keberhasilan kami di kawasan ini,” ujar Letnan Kolonel Korps Marinir AS Jeremy Smith, Wakil Direktur DPAA untuk kawasan Indo-Pasifik sekaligus pemimpin tim misi dalam keterangan resmi yang dirilis Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Selain melakukan pertemuan dengan pejabat setempat, sejarawan DPAA Dr. Kyle Bracken dan Dr. Alex Peterson melaksanakan investigasi lapangan. Setelah bertemu dengan para tetua desa setempat, mereka menyusuri wilayah sekitar, dan menghimpun sejarah lisan.

Serta, melakukan survei di sejumlah lokasi berkaitan dengan Pertempuran Biak 1944. Kunjungan ke Biak memiliki makna pribadi yang mendalam bagi Letnan Kolonel Smith.

Paman buyutnya, Sersan Teknis Henry “Buddy” Daugherty dari Angkatan Udara Angkatan Darat AS. Yang tewas dalam kecelakaan pesawat angkut C-47 di Biak pada 27 September 1944.

“Berdiri di tempat paman buyut saya gugur 82 tahun lalu, bukan hanya sebagai seorang marinir dalam sebuah misi resmi. Tetapi juga sebagai anggota keluarga yang memberikan penghormatan kepadanya, merupakan kehormatan seumur hidup,” ujar Smith.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....