AS Naikkan Status Peringatan Perjalanan ke Ceuta Spanyol, karena Gelombang Migran

  • 03 Agt 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menaikkan status peringatan perjalanan (Travel Advisory) untuk wilayah Ceuta, Spanyol, menjadi Level 3.
  • Meski demikian, status peringatan perjalanan untuk Spanyol secara keseluruhan tetap berada pada Level 2: Exercise Increased Caution atau Tingkatkan Kewaspadaan.
  • Departemen Luar Negeri AS menyebut lonjakan kedatangan migran ke Ceuta berpotensi memicu kondisi keamanan yang tidak menentu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menaikkan status peringatan perjalanan (Travel Advisory) untuk wilayah Ceuta, Spanyol, menjadi Level 3. Yaitu, Reconsider Travel atau Pertimbangkan Kembali Perjalanan akibat situasi kerusuhan yang dipicu oleh kedatangan migran dalam jumlah besar dari Maroko.

Adapun pembaruan tersebut diumumkan pada 1 Agustus 2026, dikutip dari laman Departemen Luar Negeri AS, Senin, 3 Agustus 2026. Meski demikian, status peringatan perjalanan untuk Spanyol secara keseluruhan tetap berada pada Level 2: Exercise Increased Caution atau Tingkatkan Kewaspadaan.

Peringatan terbaru ini menggantikan Travel Advisory sebelumnya yang diterbitkan pada 12 Mei 2025. Departemen Luar Negeri AS menyebut lonjakan kedatangan migran ke Ceuta berpotensi memicu kondisi keamanan yang tidak menentu.

"Kedatangan migran dalam jumlah besar dan tidak terkendali dari Maroko ke Ceuta dapat menyebabkan situasi keamanan yang tidak dapat diprediksi dan berbahaya. Sebagai respons terhadap situasi serius tersebut, pemerintah Spanyol telah mengerahkan militer, Kepolisian Nasional Spanyol dan Guardia Civil,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Warga Amerika Serikat sebaiknya mempertimbangkan kembali perjalanan ke wilayah tersebut. Mengingat risiko terhadap keselamatan dan keamanan mereka, demikian pernyataan itu.

Departemen Luar Negeri AS juga mengingatkan ancaman terorisme di Spanyol masih tetap ada. Otoritas AS menilai kelompok teroris masih berpotensi melancarkan serangan dengan sedikit atau tanpa peringatan.

Termasuk di lokasi wisata, bandara, stasiun kereta, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, tempat ibadah, institusi pendidikan, dan taman. Hingga ajang olahraga dan kegiatan budaya berskala besar.

Departemen Luar Negeri AS juga mengingatkan demonstrasi kerap terjadi di berbagai wilayah Spanyol dan aksi tersebut dapat dipicu oleh isu politik maupun ekonomi. Berlangsung pada hari-hari yang memiliki makna politik, atau bertepatan dengan penyelenggaraan acara internasional sehingga wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan.

Bagi warga AS yang tetap memutuskan bepergian ke Spanyol, pemerintah mengimbau agar menghindari demonstrasi dan kerumunan, selalu waspada terhadap lingkungan sekitar, mengikuti arahan otoritas setempat. Serta, memantau perkembangan situasi melalui media lokal dan diminta bersiap menyesuaikan rencana perjalanan apabila kondisi keamanan berubah.

Jumlah penduduk Ceuta hanya sekitar 84.000 jiwa, namun dari Rabu hingga Jumat pekan lalu, diperkirakan 60.000 migran memasuki wilayah tersebut. Kata pejabat tertinggi Ceuta, Juan Jesus Vivas dilansir Al Jazeera.

Banyak migran menyeberang dari Maroko dengan berenang menggunakan pakaian selam (wetsuit) dan pelampung tiup. Serta, berhasil melewati pagar perbatasan dengan cara berenang mengitari pagar atau menerobos kawat pembatas.

Otoritas setempat menyatakan bahwa pusat-pusat penampungan telah kewalahan menampung para pendatang dan meminta pemerintah segera memberikan respons darurat. Sedikitnya 72 orang tewas saat berupaya mencapai wilayah kantong Spanyol tersebut dalam gelombang migrasi massal terbesar yang pernah terjadi di Ceuta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....