Mesir Dorong Deeskalasi Konflik dan Solusi Diplomatik Timteng
- 31 Jul 2026 13:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mesir berdiplomasi dengan AS dan Pakistan untuk membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah serta upaya meredakan ketegangan melalui jalur diplomatik.
- Menlu Mesir Badr Abdelatty menekankan pentingnya mematuhi hukum internasional, menghormati kedaulatan negara, serta mengutamakan solusi politik dan diplomatik guna menjaga stabilitas kawasan.
- Mesir dan Pakistan sepakat memperkuat koordinasi diplomatik di tengah kembali memanasnya konflik AS-Iran dan meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang memicu ketidakpastian regional.
RRI.CO.ID, Kairo — Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty melakukan pembicaraan terpisah melalui telepon dengan Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar. Pembicaraan tersebut berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026 dan membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah.
Dalam percakapan dengan Witkoff, kedua pihak bertukar pandangan mengenai situasi regional. Mereka menekankan pentingnya mencegah Timur Tengah terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas, seperti dilaporkan Xinhua.
Abdelatty menegaskan pentingnya menjunjung prinsip bertetangga yang baik dan mematuhi hukum internasional. Ia juga menekankan penghormatan terhadap kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah setiap negara.
Menurut Abdelatty, penyelesaian politik dan diplomatik harus menjadi prioritas. Langkah tersebut dinilai penting untuk memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan.
Sementara itu, dalam pembicaraan dengan Dar, kedua menteri meninjau perkembangan situasi yang berlangsung cepat. Mereka menyerukan langkah-langkah deeskalasi dan penghentian operasi militer di kawasan.
Mesir dan Pakistan juga menekankan pentingnya memperkuat solusi politik dan diplomatik terhadap berbagai krisis regional. Kedua negara sepakat untuk terus menjaga koordinasi dan konsultasi.
Koordinasi tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai upaya diplomatik. Tujuannya adalah memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Pembicaraan berlangsung ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah jeda singkat. Situasi di Selat Hormuz juga memperburuk ketidakpastian keamanan regional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....