Fadli Zon: Indonesia-Maroko Miliki Banyak Kesamaan Budaya, dari Gambus hingga Sufi
- 29 Jul 2026 11:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli menyebut Indonesia dan Maroko memiliki banyak kesamaan budaya, mulai dari musik gambus, tarian tradisional, hingga ajaran sufi.
- Menbud Fadli menilai kunjungan Ibnu Batutah ke Samudera Pasai pada 1345 M menjadi salah satu jejak sejarah yang mempererat hubungan budaya kedua negara.
- Vokalis Melodies of Al-Andalus, Badr Issarghine, menegaskan musik merupakan bahasa universal yang menyatukan manusia serta memperkuat dialog antarbudaya.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengatakan Indonesia dan Maroko memiliki banyak kesamaan budaya. Hal itu terlihat pada ekspresi seni seperti musik gambus, tarian tradisional, hingga ajaran sufi.
Demikian disampaikannya usai pertunjukan musik “Cultural Evening: A Musical Bridge between Morocco & Indonesia” di Jakarta, Selasa 28 Juli 2026. “Ajaran-ajaran sufi yang lahir dari Maroko seperti Tarekat Tijaniyah itu banyak pengikutnya di Indonesia,” ujarya.
Menurut Fadli, kesamaan budaya antara kedua negara dilatarbelakangi kedatangan penjelajah Ibnu Batutah ke Samudera Pasai (Aceh). Pada 1345, penjelajah asal Maroko itu singgah di kerajaan Islam pertama di Indonesia itu selama kurang lebih dua pekan.
Usai perjalanannya mengelilingi dunia, Ibnu Batutah kemudian memperkenalkan Nusantara (Indonesia) melalui buku catatanya, Ar-Rihlah. Di sana dia memberikan kesaksian berharga mengenai kemajuan peradaban di Asia Tenggara.
“Ini merupakan salah satu catatan sejarah yang paling awal memperkenalkan kepulauan Indonesia kepada dunia Islam secara lebih luas,” ucapnya. Kisah perjalanan Ibnu Batutah juga memperluas pengenalan kepulauan Indonesia kepada komunitas internasional pada masa itu.
Fadli menambahkan melalui musik, puisi, dan berbagai ekspresi artistik, budaya menjadi bahasa universal yang melampaui batas-batas negara. Hal ini mendasari penyelenggarakan pertunjukan musik tentang persahabatan Indonesia dan Maroko.
Menurut Menbud, hal tersebut mampu mendekatkan masyarakat dan mempererat hubungan antarbangsa. Melalui pertemuan seperti ini, lanjut dia, pemahaman bersama tumbuh, kerja sama baru terjalin, dan kepercayaan timbal balik semakin kuat.
“Saya berharap pertunjukan seni Maroko-Indonesia menjadi awal kerja sama global yang semakin erat bagi kedua negara,” ucapnya. “Sebuah kerja sama yang memperkuat hubungan di antara manusia berbagai bangsa melalui pertukaran seni.”
Pemusik asal Maroko, Badr Issarghine, mengatakan musik mengajarkan nilai kesetaraan dan mampu menyatukan manusia. Menurut dia, musik tidak membedakan kedudukan seseorang di hadapan Tuhan maupun berdasarkan kehormatan dan status kehidupan dunia.
“Kami percaya musik merupakan bagian dari pertunjukan seni,” kata vokalis kelompok music Melodies of Al-Andalus itu. “Musik juga menjadi dialog antarbudaya sekaligus bahasa universal yang dapat dipahami semua orang.”
Badr menilai seni dan musik menjadi jembatan yang mempererat hubungan antarmasyarakat. “Hal ini sekaligus memperkuat kesepahaman lintas budaya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....