AS Gelontorkan Investasi USD2,5 Miliar Perkuat Kemitraan dengan ASEAN
- 24 Jul 2026 20:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat (AS) menggelontorkan investasi senilai USD2,5 miliar untuk memperkuat kemitraan dengan ASEAN.
- Dana itu difokuskan pada keamanan, teknologi, energi, dan pemberantasan kejahatan lintas negara.
- Selain teknologi, AS menginvestasikan USD1,5 miliar untuk ketahanan energi Indo-Pasifik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Amerika Serikat (AS) menggelontorkan investasi senilai USD2,5 miliar untuk memperkuat kemitraan dengan ASEAN. Dana itu difokuskan pada keamanan, teknologi, energi, dan pemberantasan kejahatan lintas negara.
Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim mengatakan komitmen tersebut telah diumumkan pemerintah AS. Informasi itu juga dimuat dalam lembar fakta resmi mengenai hasil kunjungan pemerintah Amerika Serikat.
"Pemerintah AS berkomitmen menginvestasikan USD2,5 miliar untuk memperkuat kerja sama keamanan, membangun infrastruktur strategis, memajukan kerja sama di bidang teknolog. Kemudian, memperkuat ketahanan energi, serta memerangi kejahatan lintas negara di kawasan,” ujar Dubes Kim memaparkan dalam konferensi pers secara daring Jumat, 24 Juli 2026.
Menurut Kim, Asia Tenggara memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi digital global. Kawasan ini dinilai potensial bagi pengembangan kecerdasan buatan dan pusat data.
“Melalui program ekspor AI pemerintahan Presiden Trump, kami menyadari pertumbuhan ekonomi digital masa depan akan melibatkan Asia Tenggara. Sebagai salah satu kawasan utama,” kata Dubes Kim.
“Karena itu, pemerintah AS ingin menerapkan bantuan luar negeri secara strategis agar AS dan Asia Tenggara dapat sama-sama memperoleh manfaat. Yakni, dari perkembangan ekonomi digital tersebut.”
Salah satunya ialah peluncuran inisiatif U.S.-ASEAN AI Spark. Program itu mendukung ekspor teknologi AI Amerika Serikat ke negara-negara ASEAN.
“Untuk mendukung tujuan itu, kami meluncurkan inisiatif baru bertajuk U.S.-ASEAN AI Spark, yang akan mendukung ekspor teknologi AI AS ke kawasan. Yaitu, melalui penyediaan dukungan pendanaan maupun bantuan teknis bagi pemerintah-pemerintah Asia Tenggara,” ucapnya.
“Khususnya, mereka yang ingin memanfaatkan ekosistem teknologi AI Amerika Serikat untuk berbagai layanan sektor publik.”
Selain teknologi, AS menginvestasikan USD1,5 miliar untuk ketahanan energi Indo-Pasifik. Dana itu disalurkan melalui platform investasi milik Development Finance Corporation atau Korporasi Pembiayaan Pembangunan (DFC).
“Investasi ini merupakan proyek tunggal terbesar sepanjang sejarah U.S. International DFC. Investasi tersebut melengkapi berbagai hibah dan proyek lain yang juga kami jalankan untuk memperkuat ketahanan energi di Asia Tenggara,” katanya menekankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....