Ribuan Demonstran 'Kecoak' India Protes Kebocoran Soal Ujian
- 24 Jul 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ribuan demonstran muda menggelar aksi duduk di New Delhi dalam gerakan "Cockroach" yang bermula dari protes kebocoran soal ujian, namun kini berkembang menjadi kritik terhadap pemerintahan Narendra Modi.
- Demonstran menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan, reformasi sistem ujian, dan kompensasi bagi keluarga pelajar yang meninggal akibat bunuh diri setelah kebocoran soal.
- Pemerintah India mengumumkan pembentukan pengadilan jalur cepat untuk menangani kasus kebocoran soal, tetapi demonstran menilai langkah tersebut belum memenuhi tuntutan akuntabilitas dan reformasi yang mereka inginkan.
RRI.CO.ID, New Delhi - Ribuan demonstran muda menggelar aksi duduk di jalan-jalan New Delhi pada Kamis, 23 Juli 2026. Aksi tersebut dilakukan dengan menentang pembatasan baru yang diberlakukan pemerintah India, dilansir dari AP News.
Gerakan yang dikenal dengan nama "Cockroach" atau "Kecoak" itu menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Protes bermula lebih dari sebulan lalu akibat kebocoran soal ujian masuk perguruan tinggi kedokteran dan seleksi pekerjaan pemerintah.
Protes kemudian berkembang melampaui persoalan ujian dengan melibatkan kalangan profesional dan keluarga. Demonstrasi dipusatkan di kawasan Jantar Mantar, New Delhi, setelah bentrokan antara demonstran dan polisi pada malam sebelumnya.
Polisi menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa dalam bentrokan kedua yang terjadi pekan ini. Sebelumnya, ribuan demonstran juga berupaya menuju Gedung Parlemen sebelum kembali dibubarkan aparat.
Meski terdapat blokade jalan, para demonstran kembali berkumpul pada Kamis pagi. Sementara itu, pemerintah menghentikan layanan Metro Delhi di 16 stasiun untuk membatasi akses menuju lokasi aksi.
Kebocoran soal ujian telah menjadi simbol kekecewaan jutaan anak muda India. Para demonstran menuntut Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dan mendesak reformasi sistem ujian nasional.
Para demonstran juga meminta kompensasi bagi keluarga pelajar yang meninggal akibat bunuh diri setelah kebocoran soal. Menanggapi tekanan yang terus meningkat, Modi akhirnya membahas isu tersebut secara terbuka untuk pertama kalinya.
Modi mengumumkan pembentukan pengadilan jalur cepat guna menangani kasus kebocoran soal ujian. Modi menegaskan kesejahteraan dan masa depan generasi muda menjadi prioritas pemerintah.
Meski demikian, pengumuman tersebut tidak meredakan aksi karena demonstran menilai pemerintah belum menunjukkan akuntabilitas dan reformasi yang nyata. Cockroach Janta Party menyatakan aksi akan terus berlangsung hingga Menteri Pendidikan mengundurkan diri.
Gerakan Cockroach sendiri berawal sebagai kampanye satir di media sosial pada Mei. Gerakan tersebut semakin besar setelah aktivis Sonam Wangchuk bergabung serta melakukan mogok makan.
Kini, gerakan tersebut berkembang menjadi simbol kekecewaan terhadap akuntabilitas pemerintah, pengangguran, dan terbatasnya peluang ekonomi. Besarnya keterlibatan generasi muda dalam aksi ini juga dinilai dapat menjadikan mereka sebagai kekuatan politik yang semakin penting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....