Indonesia Usulkan Pembentukan Forum Kepala Divisi Urusan Konsuler ASEAN

  • 21 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mengusulkan pembentukan Forum Kepala Divisi Urusan Konsuler ASEAN.
  • Menurut Menlu RI, bagi seorang warga negara yang terjebak di wilayah konflik, ASEAN tidak diukur dari jumlah pertemuan tingkat tinggi atau pernyataan yang dikeluarkan.
  • Pada kesempatan yang sama, Indonesia menyambut baik pembentukan Forum Penjaga Pantai ASEAN (ASEAN Coast Guard Forum).

RRI.CO.ID, Manila - Indonesia mengusulkan pembentukan Forum Kepala Divisi Urusan Konsuler ASEAN. Hal itu disampaikan Menlu RI pada sesi pleno Pertemuan ke-59 Menlu ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) di Manila, Filipina, Selasa, 21 Juli 2026.

“Indonesia mengusulkan pembentukan Forum Kepala Divisi Urusan Konsuler ASEAN (ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum). Sebagai tindak lanjut dari Pernyataan Para Pemimpin ASEAN mengenai Krisis di Timur Tengah,” ujar Menlu Sugiono menambahkan.

Menurut Menlu RI, bagi seorang warga negara yang terjebak di wilayah konflik, ASEAN tidak diukur dari jumlah pertemuan tingkat tinggi atau pernyataan yang dikeluarkan. “Melainkan dari apakah bantuan benar-benar datang,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia menyambut baik pembentukan Forum Penjaga Pantai ASEAN (ASEAN Coast Guard Forum). Menlu Sugiono menyebut ini merupakan sebuah inisiatif yang Indonesia pelopori pada 2022.

“Penjaga pantai merupakan garda terdepan dalam memberikan respons di laut, bagi kawasan maritim seperti kita, perlindungan dimulai dari perairan kita sendiri. Menjaga perdamaian dimulai dari kawasan ini, tetapi dampaknya harus melampaui kawasan ini,” katanya menjelaskan.

Menlu RI menegaskan, di saat multilateralisme semakin menghadapi berbagai tantangan, dunia membutuhkan apa yang telah dipraktikkan ASEAN selama enam dekade. Yaitu, mengedepankan dialog daripada konfrontasi, serta kerja sama daripada pemaksaan.

Secara khusus Menlu RI menyebut, semangat yang sama juga perlu dibawa dalam hubungan dengan para Mitra Wicara ASEAN. Yakni, melalui pembangunan kemitraan yang menjawab kebutuhan nyata, mulai dari penanganan krisis hingga ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan rantai pasok.

Selain, Indonesia menyambut baik kemajuan dalam penyempurnaan arsitektur hubungan eksternal ASEAN. Indonesia menilai kriteria dan indikator yang telah direvisi memberikan dasar yang objektif.

“Khususnya, untuk memastikan bahwa kemitraan di masa depan benar-benar memberikan nilai tambah bagi ASEAN. Berdasarkan hal tersebut, kami menyambut diterimanya Turki sebagai Mitra Wicara ASEAN,” kata Menlu Sugiono.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....