Wamen PPN: Pembangunan Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat
- 21 Jul 2026 19:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pembangunan harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat
- Di tengah berbagai tantangan global
- Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian High-level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan pembangunan harus mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Di tengah berbagai tantangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian High-level Political Forum on Sustainable Development (HLPF) 2026. Ini di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada 7–16 Juli 2026.
"Krisis pangan, perubahan iklim, meningkatnya beban utang, dan fragmentasi geopolitik membuat pembangunan semakin kompleks. Namun, tantangan tersebut semakin menegaskan pentingnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," kata Febrian, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, percepatan pencapaian SDGs memerlukan tata kelola pembangunan global yang lebih adil, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil nyata. Ia menilai pembangunan perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih terintegrasi, memperkuat implementasi komitmen global di tingkat nasional, mendorong inovasi yang inklusif.
Selama mengikuti forum di New York, Febrian mewakili Indonesia dalam sejumlah pertemuan tingkat tinggi, antara lain General Debate of the Ministerial Segment, ECOSOC High-level Segment. Lalu United Nations High-Level Meeting on Critical Energy Transition Minerals, Ministerial Roundtable on the Pact for the Future, dan High-level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda.
Dalam salah satu agenda sampingan mengenai pemanfaatan energi terbarukan untuk ketahanan pangan, Febrian menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dan penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan. Serta Triangular sebagai sarana mendorong investasi, inovasi, dan transformasi pembangunan.
Selain menghadiri forum multilateral, Febrian juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah mitra strategis untuk membahas penguatan kerja sama di bidang pembiayaan pembangunan, transisi energi. Lalu ekonomi hijau, pembangunan perkotaan berkelanjutan, serta penyusunan agenda pembangunan global pasca-2030.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Serta mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....