Namibia Jajaki Kerja Sama Pendidikan Vokasi dengan Indonesia

  • 20 Jul 2026 16:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Namibia menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan Indonesia di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi dengan Indonesia.
  • Ketersediaan tenaga kerja lokal yang andal di bidang teknis menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah Namibia.
  • Melalui kemitraan komprehensif yang sejalan dengan semangat Kerja Sama Selatan-Selatan ini, kedua pihak berharap dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih terarah dan inklusif.

RRI.CO.ID, Windhoek - Namibia menyampaikan keinginan untuk bekerja sama dengan Indonesia di bidang pendidikan dan pelatihan vokasi dengan Indonesia. Keinginan Namibia disampaikan CEO Namibia Training Authority (NTA), Erick Fundula Nenghwanya dalam pertemuan dengan Dubes Mirza Nurhidayat, Rabu, 15 Juli 2026 di KBRI Windhoek.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes RI Mirza Nurhidayat menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung pengembangan SDM Namibia. Yaitu, melalui peningkatan kapasitas instruktur, serta pelatihan di sektor minyak dan gas, pertanian, pariwisata, hingga perhotelan.

“Langkah penjajakan ini dinilai sangat krusial mengingat Namibia saat ini tengah memprioritaskan percepatan industrialisasi. Menyusul ditemukannya cadangan minyak dan gas lepas pantai berskala besar di wilayah mereka,” kata Dubes Mirza dalam pernyataan dikutip dari laman Kemlu RI, Senin, 20 Juli 2026.

Menurut Dubes RI, ketersediaan tenaga kerja lokal yang andal di bidang teknis menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah Namibia. Hal itu ditambahkannya, agar dapat mengelola potensi energi baru tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

CEO NTA menyampaikan kebutuhan mendesak akan tenaga kerja terampil seiring berkembangnya sektor-sektor strategis tersebut. Erick menegaskan minat kuat untuk menjalin kemitraan dengan berbagai institusi di Indonesia, termasuk PT Pertamina dan lembaga pelatihan vokasi nasional.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Mirza menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pertemuan teknis secara daring serta rencana kunjungan delegasi NTA ke Indonesia sebelum akhir 2026. Guna memperkuat langkah konkret kerja sama Technical and Vocational Education and Training (TVET) kedua negara.

Sementara, pertemuan di KBRI Windhoek sekaligus menjadi momentum penting dalam menegaskan komitmen Indonesia-Namibia. Khususnya, untuk menjadikan pelatihan vokasi sebagai langkah strategis dalam peningkatan kualitas tenaga kerja di sektor prioritas nasional.

Melalui kemitraan komprehensif yang sejalan dengan semangat Kerja Sama Selatan-Selatan ini, kedua pihak berharap dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih terarah dan inklusif. Serta, berkelanjutan antarinstitusi pendidikan serta pelatihan kedua negara di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....