Indonesia Dorong Agenda Aksi Iklim Global yang Inklusif

  • 17 Jul 2026 19:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia berkomitmen mendorong agenda aksi iklim global yang inklusif dan berorientasi pada implementasi.
  • Indonesia mendukung Presidensi Turki pada COP31, serta mendorong agar COP31 menjadi konferensi yang berfokus pada implementasi.
  • Indonesia menekankan transisi yang berkeadilan harus ditentukan sesuai kondisi nasional masing-masing negara serta didukung melalui penyediaan pendanaan.

RRI.CO.ID, Istanbul - Indonesia berkomitmen mendorong agenda aksi iklim global yang inklusif dan berorientasi pada implementasi. Komitmen ini disampaikan pada pertemuan COP31 D-8 International Ministerial Meeting on Environment yang diselenggarakan di Istanbul, Turki, pada 16–17 Juli 2026.

Delegasi Indonesia dipimpin Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama yang mewakili Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Pertemuan diselenggarakan sebagai persiapan Konferensi Para Pihak ke-31 Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (COP31 UNFCCC) di Antalya pada 9–20 November 2026.

Dubes Rizal menegaskan dukungan Indonesia terhadap Presidensi Turki pada COP31, serta mendorong agar COP31 menjadi konferensi yang berfokus pada implementasi. Hasil COP31 diharapkan mampu menghasilkan kemajuan yang konkret dan berimbang.

“Utamanya pada aspek mitigasi, adaptasi, serta dukungan bagi negara berkembang. Termasuk melalui pendanaan yang memadai dan mudah diakses untuk mekanisme loss and damage,” kata Dubes RI dalam pernyataan nasionalnya.

Indonesia juga menekankan pentingnya penyediaan pendanaan iklim yang memadai, dapat diprediksi, dan terjangkau. “Sesuai kewajiban negara maju berdasarkan Pasal 9 Paris Agreement, tanpa menambah beban utang maupun membatasi ruang kebijakan negara berkembang,” ujarnya.

Dubes Rizal menyebut, Indonesia menekankan transisi yang berkeadilan harus ditentukan sesuai kondisi nasional masing-masing negara serta didukung melalui penyediaan pendanaan. Kemudian, alih teknologi, peningkatan kapasitas, perlindungan sosial, dan penciptaan peluang ekonomi.

Sementara, pertemuan dimaksudkan sebagai wadah negara-negara anggota D-8 memperkuat koordinasi dan membangun kesamaan pandangan mengenai isu-isu utama dalam perundingan COP31. Antara lain adaptasi, pendanaan iklim, transisi yang berkeadilan (just transition), serta loss and damage.

Pertemuan menghasilkan Istanbul Declaration of the First D-8 Ministerial Meeting on Environment Preparing for COP31: Advancing Climate Implementation through International Cooperation. Yang mencerminkan komitmen bersama negara-negara anggota D-8 mendukung hasil COP31 yang berimbang, inklusif, berorientasi pada implementasi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan Tingkat Menteri D-8 menjelang COP31 dihadiri para menteri dan pejabat tinggi negara anggota D-8. Hasil pertemuan diharapkan dapat memperkuat posisi bersama serta mendorong keterlibatan yang lebih terkoordinasi dan konstruktif dalam perundingan iklim global pada COP31 di Antalya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....