Indonesia-Bulgaria Perkuat Kerja Sama Riset Antartika Hadapi Perubahan Iklim
- 26 Apr 2026 21:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KBRI Sofia mendorong penguatan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan lingkungan.
- Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta bertemu dengan Direktur National Centre for Polar Studies (NCPS) Hristo Pimpirev di Sofia.
- Sebagai tindak lanjut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menjadi mitra utama dalam kerja sama ini.
RRI.CO.ID, Sofia - KBRI Sofia mendorong penguatan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari Grand Strategy Diplomasi Soft Power Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.
Hal itu wujudkan dengan pertemuan Duta Besar RI untuk Bulgaria, Listiana Operananta, dengan Direktur National Centre for Polar Studies (NCPS) Hristo Pimpirev di Sofia. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi riset, khususnya penelitian di kawasan Antartika.
Dubes RI menekankan pentingnya memahami perubahan iklim global. Termasuk, keterkaitan antara dinamika di wilayah kutub dengan dampaknya terhadap negara tropis seperti Indonesia.
“Kerja sama internasional ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Terlebih visi dan misi Presiden RI salah satunya adalah mengenai ketahanan pangan dan energi, yang terkait dengan perubahan iklim dunia,” ujar Dubes Listiana.
Sebagai tindak lanjut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan menjadi mitra utama dalam kerja sama ini. KBRI Sofia berencana memfasilitasi pertemuan lanjutan antara BRIN dan NCPS guna membahas langkah konkret, termasuk kemungkinan penelitian bersama di Antartika.
Pihak NCPS menyambut positif rencana tersebut dan menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. Dengan pengalaman panjang dalam penelitian Antartika, lembaga tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan serta penguatan kapasitas riset kedua negara.
“Kolaborasi ini juga memberikan kesempatan bagi peneliti Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan riset internasional di kawasan kutub. Sekaligus memperluas jejaring ilmiah Bulgaria ke kawasan Asia Tenggara,” kata Dubes RI menambahkan.
Dubes Listiana mengungkapkan, inisiatif ini sejalan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Bulgaria pada 2026. Serta, mencerminkan penguatan hubungan bilateral melalui kerja sama ilmiah yang berkontribusi pada upaya global menghadapi perubahan iklim.
Tidak semua negara dapat membuka stasiun penelitian di Antartika karena ketentuan dalam Antarctic Treaty System yang mensyaratkan kapasitas ilmiah dan logistik besar. Bulgaria termasuk dalam kelompok terbatas negara yang memiliki stasiun penelitian, yakni St. Kliment Ohridski Base yang beroperasi sejak 1988 dan aktif pada musim panas Antartika, antara Desember hingga Maret.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....