Mahasiswa Indonesia Lolos Babak Final Kompetisi Teknologi Pangan di Chicago
- 17 Jul 2026 13:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mahasiswa Indonesia dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, berhasil masuk ke babak final kompetisi pangan.
- Ini merupakan rangkaian Food Improved by Research, Science, and Technology (IFT FIRST) Annual Event and Expo 2026.
- Pada penyelenggaraan tahun ini, hanya terdapat 6 kelompok yang berasal dari empat negara yang berhasil menembus babak final, yaitu Indonesia, Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko.
RRI.CO.ID, Chicago - Delegasi Indonesia dari Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang, berhasil masuk ke babak final kompetisi pangan. Kegiatan ini berlangsung pada 12–15 Juli 2026 di McCormick Place Convention Center, Chicago, Amerika Serikat.
Adapun kegiatan bertajuk Developing Solutions for Developing Countries (DSDC) Product Development Competition. Ini merupakan rangkaian Food Improved by Research, Science, and Technology (IFT FIRST) Annual Event and Expo 2026.
Pada babak final, para mahasiswa mempresentasikan inovasi dan hasil penelitian mereka di hadapan dewan juri internasional serta komunitas global di bidang ilmu dan teknologi pangan. Inovasi yang dibawa mahasiswa IPB terkait pemanfaatan limbah pohon sagu untuk dijadikan makanan kemasan Papeda.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal khususnya di Maluku Utara melalui usaha UMKM pangan dengan produk Papeda kemasan. Sementara, mahasiswa SCU membawa inovasi pemanfaatan dedak dan limbah kedelai (okara) menjadi bihun kemasan.
Inovasi ini berangkat dari kondisi dimana masyarakat Indonesia banyak mengkonsumsi nasi dan tahu serta tempe. Sebelumnya, peserta dari Indonensia ini terpilih setelah melalui proses seleksi proposal yang sangat kompetitif dengan peserta dari berbagai negara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, hanya terdapat 6 kelompok yang berasal dari empat negara yang berhasil menembus babak final, yaitu Indonesia, Kanada, Amerika Serikat dan Meksiko. Hal ini menunjukkan daya saing riset dan inovasi mahasiswa Indonesia di tingkat internasional.
Sementara, keberhasilan membanggakan dari para mahasiswa Indonesia mendapatkan dukungan KJRI Chicago. KJRI Chicago menyatakan dukungan ini merupakan bagian dari komitmen KJRI dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM Indonesia
“Dukungan KJRI Chicago kepada delegasi mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari komitmen KJRI dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM Indonesia. Dan promosi talenta nasional di tingkat internasional serta mendorong talenta nasional untuk masuk ke dalam rantai pasok global,” demikian keterangan rilis KJRI Chicago yang diterima RRI, Jumat, 17 Juli 2026.
“KJRI Chicago juga berharap kiranya para mahasiswa yang telah memiliki pengalaman kompetisi internasional dapat membagikan pengalaman mereka. Yaitu, kepada mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dan mereka dapat menjadi bagian dari pembentukan ekosistem pangan di Indonesia.”
Sementara, sebagai salah satu ajang paling bergengsi di bidang ilmu dan teknologi pangan, IFT FIRST mempertemukan ribuan profesional dari sektor akademik, industri, dan pemerintah. Yakni, untuk membahas berbagai inovasi yang akan membentuk masa depan sistem pangan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....