KJRI San Francisco Promosikan Papua, Perkuat Diplomasi Budaya di AS
- 28 Apr 2026 16:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, San Francisco - KJRI San Francisco menggelar promosi budaya dan pariwisata Papua sebagai upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia di Amerika Serikat (AS). Kegiatan ini menghadirkan para tamu berbagai kalangan, mulai dari perwakilan pemerintah setempat, akademisi, pakar budaya, hingga diaspora Indonesia.
Dalam suasana yang hangat dan imersif, para peserta diajak mengenal lebih dekat kekayaan identitas Papua, mulai dari tradisi lisan hingga ekspresi artistik yang sarat makna. Selain itu, potensi pariwisata Papua juga diperkenalkan, termasuk destinasi kelas dunia seperti Raja Ampat dan Teluk Cenderawasih.
Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yohpy Wardana, menegaskan Papua merupakan bagian penting dari wajah Indonesia di kancah global. Dubes Yohpy menyebut promosi ini sebagai upaya menghadirkan cerita dan nilai-nilai masyarakat Papua kepada publik internasional.
“Papua adalah salah satu kawasan dengan keragaman budaya dan bahasa tertinggi di dunia. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan cerita, nilai, dan identitas masyarakat Papua secara lebih dekat kepada publik AS, sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya,” ujar Dubes Yohpy.
Dubes Yohpy mengungkapkan kedekatan personalnya dengan Papua setelah menghabiskan masa kecil di Biak. Pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk apresiasi yang mendalam terhadap kearifan lokal dan keramahan masyarakat Papua.

Acara ini turut menghadirkan Guru Besar Ilmu Sastra dan Budaya Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Wigati Yektiningtyas, serta Kepala Suku Sentani, Dr. James Modouw. Keduanya membahas dinamika budaya Papua, termasuk tantangan pelestarian bahasa daerah di tengah arus modernisasi.
Papua sendiri memiliki lebih dari 270 bahasa daerah, menjadikannya salah satu wilayah dengan keragaman linguistik tertinggi di dunia. Dalam forum tersebut, upaya pelestarian budaya juga disoroti, termasuk melalui penerbitan karya folklor sebagai sarana pewarisan nilai kepada generasi muda.
“Kami memandang kegiatan ini sangat penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Papua kepada publik Amerika Serikat. Khususnya, di San Francisco,” ujar Prof. Wigati dan Dr. James.
Keunikan Papua juga ditampilkan melalui hubungan erat antara manusia dan alam, seperti yang tercermin dalam kehidupan masyarakat di sekitar Danau Sentani. Nilai-nilai tersebut dihadirkan melalui pameran lukisan kulit kayu khas Papua serta sesi diskusi interaktif yang memberikan pengalaman informatif sekaligus emosional bagi para peserta.
“Melalui kegiatan ini, KJRI San Francisco menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi budaya sebagai jembatan pemahaman global. Papua tidak hanya dipromosikan sebagai destinasi wisata unggulan, tetapi juga sebagai warisan budaya dunia yang hidup dan terus berkembang di tengah keberagaman,” kata Dubes Yohpy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....