Dubes Wang Qing Sebut Kemitraan Tiongkok-ASEAN Kian Strategis dan Produktif

  • 15 Jul 2026 21:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing menilai hubungan Tiongkok dan ASEAN berkembang menjadi salah satu model kerja sama regional paling berhasil di Asia-Pasifik.
  • Ia mengungkapkan bahwa nilai perdagangan bilateral antara Tiongkok dan ASEAN kini telah melampaui USD1 triliun dolar.
  • Adapun Tiongkok resmi menjadi mitra dialog penuh ASEAN pada Juli 1996, tepatnya saat Pertemuan Menteri ASEAN (AMM) ke-29 di Jakarta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing menilai hubungan Tiongkok dan ASEAN berkembang menjadi salah satu model kerja sama regional paling berhasil di Asia-Pasifik. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari hubungan dialog selama 35 tahun dan penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif dalam lima tahun terakhir.

"Hubungan Tiongkok-ASEAN telah menjadi salah satu model kerja sama regional yang paling substantif, paling membuahkan hasil, dan paling dinamis di kawasan Asia-Pasifik. Bahkan, arti penting hubungan ini kini telah melampaui kawasan dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia," ujar Wang dalam media salon dengan tema peringatan 105 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok (CPC), Rabu, 15 Juli 2026, di Jakarta.

Menurut Wang, salah satu indikator keberhasilan hubungan tersebut terlihat dari semakin kuatnya kepercayaan politik antara kedua belah pihak melalui diplomasi para kepala negara. Selain itu, Tiongkok dan ASEAN juga berhasil mempertahankan posisi sebagai mitra dagang terbesar satu sama lain selama enam tahun berturut-turut.

Ia mengungkapkan bahwa nilai perdagangan bilateral antara Tiongkok dan ASEAN kini telah melampaui USD1 triliun dolar. Di sisi lain, kedua pihak juga terus memperkuat konektivitas kawasan melalui kerja sama Belt and Road Initiative (BRI).

“Kedua pihak telah menyelesaikan negosiasi mengenai Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN (/ACFTA) 3.0 tahun lalu . Serta, mendorong implementasi berkualitas tinggi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), yang berkontribusi terhadap integrasi ekonomi kawasan,” katanya memaparkan.

Wang menyebut hubungan antarmasyarakat juga berkembang semakin erat, yakni Tiongkok dan ASEAN kini menjadi destinasi wisata penting bagi satu sama lain. Sementara pertukaran di bidang budaya, pendidikan, dan kepemudaan terus meningkat sehingga semakin mempererat hubungan masyarakat kedua belah pihak.

Wang menilai masih terdapat ruang kerja sama yang sangat besar di tengah berkembangnya revolusi teknologi dan transformasi industri global. Menurutnya, sektor-sektor strategis yang akan menjadi pendorong baru bagi hubungan Tiongkok dan ASEAN pada masa mendatang.

"Di tengah gelombang baru revolusi teknologi dan transformasi industri, terdapat potensi kerja sama yang sangat besar antara Tiongkok dan ASEAN di berbagai bidang strategis. Utamanya, yang sedang berkembang, seperti transisi energi, ekonomi digital, dan kecerdasan buatan," katanya.

Secara khusus Wang menambahkan, Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Manila pada akhir Juli. Serta rangkaian pertemuan para pemimpin kerja sama Asia Timur di penghujung tahun diharapkan menghasilkan berbagai capaian baru.

"Kami memiliki keyakinan penuh selama kita terus menjunjung tinggi semangat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan saling menguntungkan, kita akan mampu menjaga perdamaian. Kemudian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran kawasan, sekaligus memainkan peran yang semakin konstruktif dalam mewujudkan perdamaian dan kemakmuran dunia," ucap Wang.

Adapun Tiongkok resmi menjadi mitra dialog penuh ASEAN pada Juli 1996, tepatnya saat Pertemuan Menteri ASEAN (AMM) ke-29 di Jakarta. Sebelumnya, Tiongkok pertama kali hadir dalam pertemuan ASEAN sebagai anggota konsultatif pada tahun 1991.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....