KIPI 2026 Resmi Digelar di Sydney, Bahas Kolaborasi Riset Indonesia-Australia

  • 15 Jul 2026 22:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KIPI 2026 dibuka di University of Sydney pada 13-14 Juli 2026 sebagai wadah mahasiswa Indonesia membahas riset untuk pembangunan nasional dan kawasan.
  • Konferensi menghadirkan enam sesi pleno dan presentasi paralel di berbagai bidang: ekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan internasional, keberlanjutan, pertanian, energi, teknik, dan inovasi digital.
  • Duta Besar Siswo Pramono menekankan pentingnya kolaborasi Indonesia-Australia dalam pendidikan, penelitian STEM, industri, investasi, dan rantai pasok regional untuk kemitraan ekonomi strategis.

RRI.CO.ID, Sydney - Konferensi Internasional Mahasiswa Indonesia atau Indonesian Students' International Conference (KIPI) 2026 resmi dibuka di University of Sydney, Australia, Senin, 13 Juli 2026. Forum ini mempertemukan mahasiswa, peneliti, profesional, dan pembuat kebijakan Indonesia untuk membahas hasil riset serta gagasan yang relevan bagi pembangunan nasional dan kawasan.

KIPI 2026 berlangsung selama dua hari, 13–14 Juli 2026, di Susan Wakil Health Building, University of Sydney. Konferensi menghadirkan berbagai agenda, mulai dari diskusi pleno, presentasi hasil penelitian dan policy brief, hingga sesi paralel yang membahas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hubungan internasional, keberlanjutan, pertanian, energi, teknik, dan inovasi digital.

Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia 2025–2026, Muhammad Hadiyan Ridho, mengatakan KIPI menjadi wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk membawa gagasan mereka keluar dari ruang akademik. Dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, konferensi tersebut menghubungkan hasil penelitian, pengalaman profesional, dan diskusi publik. Sekaligus memperkuat kolaborasi antarmahasiswa serta diaspora Indonesia yang berkarya di berbagai bidang.

Pembukaan konferensi dilanjutkan dengan pidato utama Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Dr. Siswo Pramono, bertajuk Towards an Indonesia–Australia Economic Powerhouse: Strategic Linkage Between Australia's Great Northland and Eastern Part of Indonesia. Dalam paparannya, Dubes Siswo menilai hubungan Indonesia dan Australia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kemitraan ekonomi strategis yang saling menguntungkan.

Ia menyoroti berbagai sektor yang dapat diperkuat melalui kolaborasi kedua negara, seperti pendidikan, penelitian, industri, investasi, hingga konektivitas kawasan. Menurutnya, universitas, lembaga riset, dan penguatan kapasitas di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) memiliki peran penting dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia.

Selain itu, Siswo juga menekankan pentingnya pengembangan industri dan rantai pasok regional melalui kerja sama yang tidak hanya berfokus pada perdagangan. Tetapi juga mencakup penelitian bersama, pengembangan sumber daya manusia, investasi, dan kemitraan kelembagaan jangka panjang.

Usai sesi pidato utama, peserta mengikuti diskusi dan tanya jawab sebelum memasuki pleno pertama. Pleno mengangkat tema transformasi ekonomi, kewirausahaan, dan teknologi finansial.

Selama penyelenggaraan, KIPI 2026 menghadirkan enam sesi pleno serta sejumlah presentasi paralel. Hal ini memberikan ruang bagi peserta untuk memaparkan hasil penelitian, menyusun rekomendasi kebijakan, serta berdiskusi dengan para akademisi dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.

Melalui forum ini, KIPI 2026 diharapkan dapat memperkuat kontribusi mahasiswa dan peneliti Indonesia dalam perumusan kebijakan publik. Sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademik, profesional, dan pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di tingkat nasional maupun regional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....