Indonesia-Vietnam Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif
- 14 Jul 2026 15:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif melalui penandatanganan Rencana Aksi 2026 – 2030.
- Penandatanganan dilakukan dalam Pertemuan Ke-6 Komisi Bersama Indonesia-Vietnam untuk Kerja Sama Bilateral (JCBC) oleh para menlu kedua negara Selasa, 14 Juli di Jakarta.
- Di sektor ekonomi, kedua negara kembali menegaskan target perdagangan bilateral sebesar USD18 miliar pada 2028.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif melalui penandatanganan Rencana Aksi 2026 – 2030. Penandatanganan dilakukan dalam Pertemuan Ke-6 Komisi Bersama Indonesia-Vietnam untuk Kerja Sama Bilateral (JCBC) oleh para menlu kedua negara Selasa, 14 Juli di Jakarta.
Menlu Sugiono menegaskan, peningkatan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2025 membuka peluang lebih luas bagi kedua negara menghadirkan kerja sama lebih konkret. Menurutnya, pertemuan JCBC kali ini difokuskan untuk menerjemahkan komitmen politik tersebut menjadi langkah yang dapat segera diimplementasikan.
"Peningkatan hubungan bilateral kita menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif tahun lalu telah menciptakan landasan yang lebih kuat bagi kerja sama. Berbekal momentum tersebut, pertemuan JCBC hari ini menjadi kesempatan yang tepat untuk menerjemahkan komitmen tersebut menjadi hasil yang nyata, konkret, dan dapat ditindaklanjuti," ujar Menlu RI dalam pernyataan pers bersama Menlu Le Hoai Trung usai pertemuan yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta.
Menlu Sugiono mengatakan, Indonesia dan Vietnam merupakan dua ekonomi paling dinamis di Asia Tenggara yang memiliki kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan. Sebagai sesama anggota ASEAN, kedua negara juga memiliki visi yang sama dalam mewujudkan kawasan yang damai, tangguh, dan sejahtera.
"Kami meyakini bahwa masa depan hubungan bilateral kita tidak terletak pada persaingan, melainkan pada kemitraan. Dengan memanfaatkan keunggulan yang saling melengkapi, kita akan mendorong inovasi, memperdalam kerja sama, dan meningkatkan kemakmuran bersama demi kepentingan kedua bangsa," ujarnya menambahkan.

Di bidang politik dan keamanan, kedua negara menyambut baik kemajuan pengaturan pelaksanaan perjanjian Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan menegaskan komitmen memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan maritim. Termasuk, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan.
“Kami juga menegaskan kembali komitmen untuk semakin memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan, khususnya di sektor maritim. Pemberantasan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU Fishing), serta penanggulangan kejahatan lintas negara termasuk narkotika dan zat psikotropika,” ucap Menlu RI memaparkan.
Sementara di sektor ekonomi, kedua negara kembali menegaskan target perdagangan bilateral sebesar USD18 miliar pada 2028. Indonesia dan Vietnam sepakat memperkuat perdagangan dan investasi, mengurangi berbagai hambatan usaha, serta memastikan seluruh perjanjian dan nota kesepahaman yang telah ditandatangani.
“Selain itu, kami juga membahas potensi kerja sama yang lebih erat di berbagai sektor. Termasuk pertanian, ilmu pengetahuan dan teknologi, rantai pasok, teknologi maju khususnya kendaraan listrik, serta ekonomi digital,” ucapnya.
Sementara, Menlu Trung menyatakan optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Vietnam berkembang lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Menurutnya, nilai perdagangan kedua negara meningkat signifikan sehingga target perdagangan USD18 miliar dollar AS berpeluang tercapai lebih awal.
Ia menambahkan, implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif tidak hanya memperkuat perdagangan dan investasi. Tetapi juga hubungan politik, pertahanan, keamanan, serta konektivitas antarmasyarakat.
"Kita sepakat untuk terus meningkatkan saling pengertian dan kerja sama politik melalui berbagai jalur, yaitu hubungan antarpemerintah, antarpartai politik, serta antarparlemen. Kita juga akan memperluas kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. Selain hubungan perdagangan dan investasi, kita akan memperkuat konektivitas antara kedua perekonomian," kata Menlu Trung menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....