Menlu Sugiono Pastikan Indonesia Terus Perkuat Multilateralisme

  • 10 Jul 2026 12:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menlu Sugiono menegaskan Indonesia akan terus memperkuat multilateralisme agar tetap mampu bekerja di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan penuh ketidakpastian.
  • Menlu juga menggarisbawahi kelemahan sistem multilateral saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan multilateralisme.
  • JGF merupakan forum tahunan yang diselenggarakan Lemhannas RI untuk membahas berbagai isu geopolitik global.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menlu Sugiono menegaskan Indonesia akan terus memperkuat multilateralisme agar tetap mampu bekerja di tengah dunia yang semakin terfragmentasi dan penuh ketidakpastian. Kata Menlu Sugiono saat menyampaikan pidato kunci pada Jakarta Geopolitical Forum (JGF) ke-10 oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Kamis, 9 Juli 2026, di Jakarta.

Menlu Sugiono menekankan politik luar negeri bebas aktif bukan hanya tetap relevan, tetapi justru semakin dibutuhkan dalam menghadapi dinamika geopolitik global saat ini. Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi bebas aktif memberikan ruang bagi Indonesia untuk menentukan sikap secara mandiri.

“Bebas aktif bukan berarti pasif atau netral. Indonesia tidak akan terseret ke dalam blok-blok eksklusif, tetapi akan terus membangun jembatan dan memperluas ruang strategisnya,” ujar Menlu RI menekankan.

Menlu juga menggarisbawahi kelemahan sistem multilateral saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan multilateralisme. Sebaliknya, sistem tersebut harus diperbaiki agar lebih representatif, inklusif, adaptif, dan efektif.

“Tata kelola global yang dibangun pada 1945 perlu terus diperbarui. Agar tetap relevan dalam menghadapi realitas dunia tahun 2045,” ucapnya.

Dalam konteks tersebut, Indonesia akan mempertahankan dan memperbaiki sistem multilateralisme, dengan terus mendorong reformasi tata kelola global. Termasuk Dewan Keamanan PBB yang lebih transparan, demokratis, efektif, dan akuntabel.

“Partisipasi di BRICS, peran aktif di G20, kepemimpinan di ASEAN, keterlibatan di D-8 dan dengan Global South, serta proses aksesi menuju OECD. Semuanya merupakan bagian dari prinsip yang sama yaitu memperluas ruang strategis diplomasi Indonesia,” kata Menlu Sugiono menjelaskan.

Menlu juga menekankan diplomasi yang efektif harus ditopang oleh ketahanan nasional yang kuat. Menurutnya, ketahanan energi adalah keamanan nasional, kemudian SDM adalah kapasitas geopolitik dan teknologi bukan hanya inovasi, tetapi juga kekuatan.

Menlu Sugiono menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus hadir dan mempertahankan multilateralisme. “Multilateralisme masih dapat bekerja, tapi tidak bisa berjalan secara autopilot,” ucap Sugiono.

JGF merupakan forum tahunan yang diselenggarakan Lemhannas RI untuk membahas berbagai isu geopolitik global. Forum ini mempertemukan peserta dari kalangan pemerintah, militer, akademisi, think tank, organisasi internasional, swasta, dan media.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....