Gelar Halal Expo D-8, Indonesia Dukung Perolehan Nilai Dagang
- 08 Jul 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 menjadi salah satu upaya negara-negara Developing-8 (D-8) mempercepat kerja sama ekonomi halal.
- Kekuatan D-8 juga ditopang bonus demografi, hampir 30 persen dari total populasi negara anggota berusia 15 hingga 29 tahun.
- D-8 HEI diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Luar Negeri bersama KNEKS, BPJPH dan Kadin Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 menjadi salah satu upaya negara-negara Developing-8 (D-8) mempercepat kerja sama ekonomi halal. Penyelenggaraan di bawah keketuaan Indonesia pada 2026-2027 ini, sekaligus mendukung target peningkatan nilai perdagangan intraanggota hingga USD500 miliar pada 2030.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta mengatakan Indonesia menjadikan pengembangan industri dan ekonomi halal sebagai salah satu prioritas selama memimpin D-8. Menurut dia, kerja sama ekonomi antarnegara anggota terus diperkuat melalui berbagai instrumen untuk meningkatkan volume perdagangan.
"Dari tahun 2020, negara-negara D-8 telah menetapkan target perdagangan sebesar setengah triliun dollar AS pada 2030. Karena itu berbagai instrumen terus dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan dan membangun hubungan ekonomi yang lebih saling melengkapi di antara negara-negara anggota," ujar Wamenlu Anis saat menghadiri pembukaan HEI 2026, Rabu, 8 Juli 2026, di Senayan Tennis Indoor Stadium, Jakarta.
Wamenlu RI menjelaskan D-8 yang kini beranggotakan sembilan negara setelah bergabungnya Azerbaijan memiliki potensi ekonomi yang besar. Total populasi negara-negara anggota mencapai sekitar 1,3 miliar jiwa.
“Sekarang total penduduk dari 9 negara ini sekitar 1,3 miliar, dengan total GDP secara kombinasi USD5,1 triliun dolar. Angka perdagangan di intra 9 negara ini sekarang sudah mencapai USD150 miliar atau USD160 miliar dolar,” katanya memaparkan.
Menurut Anis, kekuatan D-8 juga ditopang bonus demografi, hampir 30 persen dari total populasi negara anggota berusia 15 hingga 29 tahun. Selain ekonomi halal, Indonesia juga mendorong kerja sama di bidang pemberdayaan generasi muda dan penanganan bencana sebagai prioritas selama masa keketuaannya.
Penyelenggaraan D-8 HEI 2026 di bawah keketuaan Indonesia pada 2026-2027, sekaligus mendukung target peningkatan nilai perdagangan intraanggota hingga USD500 miliar pada 2030 (Foto: RRI/ Retno Mandasari)
Sekretaris Jenderal D-8 Sohail Mahmood menilai pencapaian target perdagangan tersebut membutuhkan langkah konkret. Terutama melalui penguatan ekosistem ekonomi halal lintas negara dan mengusulkan pembentukan koridor perdagangan halal D-8 yang terintegrasi.
"Kita perlu membentuk koridor perdagangan halal D-8 yang terintegrasi, yang didukung harmonisasi dan saling pengakuan standar sertifikasi halal, sertifikasi digital. Kemudian, kerja sama kepabeanan, koridor logistik halal, serta penyederhanaan prosedur perdagangan," kata Sohail dalam video sambutan.
Secara khusus, Sohail menekankan pentingnya investasi bersama pada sektor-sektor masa depan seperti riset dan inovasi, kawasan industri halal, teknologi pangan, bioteknologi. Kemudian, farmasi, kecerdasan buatan (AI), blockchain, logistik halal berkelanjutan, hingga pengembangan sumber daya manusia melalui kemitraan perguruan tinggi.
Sementara, HEI dimanfaatkan Mesir untuk memamerkan berbagai produk unggulan seperti kurma, kosmetik serta fesyen. Kata Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Elshemy dalam kesempatan yang sama.
“Mesir memiliki sejumlah stan dalam pameran ini, namun kami terutama menampilkan produk pangan seperti kurma dan berbagai produk kosmetik. Selain itu, kami juga berupaya membuka pasar Indonesia bagi produk fesyen asal Mesir,” ucapnya.
HEI 2026 yang berlangsung pada 8 – 12 Juli diikuti 9 negara anggota yaitu Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki. D-8 HEI diselenggarakan atas kolaborasi Kementerian Luar Negeri bersama KNEKS, BPJPH dan Kadin Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....