Konfirmasi Kehadiran Delegasi Indonesia ke Iran Masih Menunggu Situasi Keamanan

  • 07 Jul 2026 21:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah Iran hingga kini belum dapat memastikan tanggal konfirmasi kunjungan delegasi Indonesia, untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Ayatullah Ali Khamenei.
  • Salah satu penyebab belum adanya kepastian ialah penutupan wilayah udara Iran selama prosesi pemakaman.
  • Kehadiran delegasi Indonesia akan memberikan makna penting bagi hubungan bilateral kedua negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Iran hingga kini belum dapat memastikan tanggal konfirmasi kunjungan delegasi Indonesia, untuk memberikan penghormatan kepada mendiang Ayatullah Ali Khamenei. Kepastian tersebut masih bergantung pada perkembangan situasi keamanan di Iran pascakonflik.

"Kami telah mengundang Indonesia bersama seluruh negara sahabat beberapa minggu lalu dan kami sangat senang pemerintah Indonesia telah menerima undangan mengirimkan delegasi. Namun, situasi di Iran saat ini masih sedikit rumit sehingga kami masih menunggu situasi yang lebih baik untuk dapat mengonfirmasi kunjungan delegasi Indonesia," kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi yang ditemui usai upacara penghormatan dan solidaritas untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei, Selasa, 7 Juli 2026, sore di kediaman dinas, Jakarta.

Boroujerdi menjelaskan, rangkaian acara bagi delegasi asing sempat mengalami perubahan akibat kondisi keamanan di negaranya. "Saya berharap kami dapat segera memberikan konfirmasi, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan terkait hal tersebut," ujarnya.

Boroujerdi mengatakan, salah satu penyebab belum adanya kepastian ialah penutupan wilayah udara Iran selama prosesi pemakaman. Menurutnya, pembukaan kembali akses bagi tamu asing membutuhkan waktu dan harus menunggu arahan dari pemerintah pusat di Teheran.

Meski demikian, Boroujerdi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia yang telah menerima undangan untuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi. Ia juga menyampaikan terima kasih atas sikap persahabatan Indonesia terhadap Republik Islam Iran di tengah situasi yang dihadapi negaranya.

“Namun, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menunjukkan persahabatannya serta dukungannya terhadap Iran dalam menghadapi rezim Zionis Israel yang menyerang Iran. Dan, menewaskan sejumlah warga Iran, dengan berencana mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Iran, kami berharap dapat segera memberikan konfirmasi, insyaallah,” ucap Dube Iran untuk Indonesia.

Lebih lanjut, Boroujerdi mengungkapkan upacara pemakaman di Teheran dan Qom telah selesai dilaksanakan. Saat ini, jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran telah dibawa ke Irak dan selanjutnya akan kembali ke Mashhad untuk menjalani prosesi pemakaman terakhir.

“Jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi kini telah dibawa ke Irak, dan setelah itu akan kembali ke Mashhad untuk pelaksanaan upacara pemakaman terakhir. Oleh karena itu, kami berharap, insyaallah, dapat mengatur agar kunjungan tersebut berlangsung di Mashhad,” kata Dubes Boroujerdi.

Boroujerdi menilai kehadiran delegasi Indonesia akan memberikan makna penting bagi hubungan bilateral kedua negara. Menurut dia, kunjungan semacam itu merupakan bentuk saling menghormati yang dapat memperkuat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Iran.

"Indonesia dan Iran selalu menjadi sahabat, dan kami senantiasa memiliki hubungan yang sangat baik dengan pemerintah Indonesia maupun rakyat Indonesia. Saya yakin kehadiran delegasi akan memberikan dampak yang positif bagi hubungan kedua negara,” ucapnya.

Sebelumnya, Menlu RI Sugiono mengungkapkan, Presiden Prabowo menunjuk ia dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk hadir dalam prosesi pemakaman Ayatullah Ali Khamenei. Namun, masih menunggu konfirmasi waktu dan lokasi untuk menghadiri upacara pemakaman dari pihak Iran.

Adapun setelah rangkaian prosesi selama beberapa hari di Teheran dan Qom. Pemakaman resmi mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Kompleks Makam Imam Reza di kampung halamannya, Mashhad.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....