Menteri Dody Tekankan Tiga Prioritas Isu pada World Water Forum ke-11

  • 01 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri PU Dody Hanggodo mengusulkan tiga prioritas isu dalam pembahasan World Water Forum ke-11 di Riyadh pada Maret 2027
  • Indonesia menempatkan penguatan ketahanan air dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama melalui pengelolaan sumber daya air berkelanjutan
  • Menteri Dody usulkan penguatan layanan air terpadu serta kerja sama internasional melalui Center of Excellence on Water and Climate

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri PU Dody Hanggodo menekankan tiga isu strategis menjadi agenda pembahasan World Water Forum ke-11 pada Maret 2027 di Riyadh. Ketiga isu tersebut meliputi ketahanan air, layanan air, serta penguatan kerja sama internasional bidang sumber daya air.

Dody mengatakan air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan yang mendukung berbagai sektor strategis kehidupan masyarakat. Menurutnya, air berperan penting bagi pertanian, energi, aksi iklim, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan nasional.

"Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Pemahaman inilah yang menjadi dasar komitmen Indonesia dalam mendukung suksesnya World Water Forum ke-11 di Arab Saudi," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) tersebut dalam keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.

Menteri Dody menjelaskan sektor pertanian saat ini mengonsumsi sekitar 72 persen dari total penggunaan air tawar dunia. Sementara itu, kebutuhan produksi pangan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dunia.

Ia menilai, pengelolaan sumber daya air berkelanjutan harus menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian. Menurutnya, strategi tersebut mencakup pembangunan irigasi, penyimpanan air, perlindungan daerah tangkapan air, pertanian cerdas, serta pengurangan risiko bencana.

“Prioritas pertama yang diusulkan Indonesia adalah memperkuat keterkaitan antara ketahanan air dan ketahanan pangan (water and food security nexus). Kita harus memastikan setiap tetes air memberikan manfaat yang optimal,” ucapnya.

Dody juga menjelaskan prioritas kedua ialah memperkuat layanan air yang andal bagi kawasan perkotaan, perdesaan, dan pulau kecil. Menurutnya, pengelolaan terpadu sumber daya air menjadi kunci menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan air.

Menteri PU ini mengatakan layanan air harus mencakup penyediaan air bersih, pengelolaan limbah, serta pengurangan risiko bencana. Langkah tersebut juga perlu didukung penataan ruang dan peningkatan kapasitas masyarakat menjaga sumber daya air.

"Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa ketika layanan air tersedia dengan baik, pembangunan dan pertumbuhan akan mengikuti. Karena itu, World Water Forum perlu mendorong penguatan layanan air terpadu bagi masyarakat yang menghadapi tantangan air paling besar," ujar Menteri Dody.

Prioritas ketiga adalah memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan bidang sumber daya air. Indonesia juga mengembangkan Center of Excellence on Water and Climate sebagai pusat kolaborasi kawasan Asia Pasifik.

"Indonesia siap berkolaborasi dengan seluruh negara dan para mitra untuk memperluas manfaat Center of Excellence. Sehingga semakin banyak negara memperoleh manfaat melalui penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama di bidang sumber daya air," katanya.

Dody berharap estafet penyelenggaraan World Water Forum dari sebelumnya Bali menuju Riyadh menghasilkan langkah nyata bagi sektor air. Ia menegaskan setiap komitmen harus diwujudkan menjadi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....