AS dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pengelolaan Kualitas Air di Sektor Tambang
- 28 Jun 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI merampungkan program pertukaran teknis selama sembilan hari.
- Rangkaian kegiatan ditutup dengan lokakarya di Jakarta yang mempertemukan pejabat pemerintah, akademisi, pakar, dan pegiat konservasi.
- Sebagai bagian dari program, AWEP juga menyelenggarakan diskusi panel di @america
RRI.CO.ID. Jakarta - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI merampungkan program pertukaran teknis selama sembilan hari. Program ini berfokus pada peningkatan kualitas air dan pemantauan lingkungan di sektor pertambangan, yang bertajuk Ambassador Water Expert Program (AWEP) berlangsung pada 8–18 Juni 2026.
Program tersebut menghadirkan pakar sistem air asal Amerika Serikat, Steven Rice dari Dinas Taman Nasional di bawah Departemen Dalam Negeri AS, untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kerja sama teknis dengan berbagai mitra di Indonesia. Melalui pertukaran ini, kedua negara mendorong pembelajaran bersama dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya air di kawasan pertambangan, demikian dilansir keterangan resmi Kedubes AS, Minggu, 28 Juni 2026.
Selama berada di Indonesia, delegasi melakukan kunjungan lapangan ke Lombok dan Sumbawa Barat guna meninjau langsung kondisi pengelolaan air di wilayah pertambangan. Kegiatan tersebut menjadi ajang diskusi teknis mengenai parameter kualitas air, metode pengolahan, serta pengembangan infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik geografis dan lingkungan Indonesia.
Delegasi juga menggelar konsultasi teknis dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Direktorat Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Kementerian Lingkungan Hidup, Direktorat Teknik dan Lingkungan Kementerian ESDM, Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, PT Amman Mineral. Kemudian, Ecolab (Nalco Indonesia), Nexus 3, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Mataram, dan Universitas Teknologi Sumbawa.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan lokakarya di Jakarta yang mempertemukan pejabat pemerintah, akademisi, pakar, dan pegiat konservasi. Forum tersebut membahas hasil temuan selama kunjungan lapangan sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama lanjutan dalam pengelolaan kualitas air dan pengembangan infrastruktur pendukung sektor pertambangan.
Sebagai bagian dari program, AWEP juga menyelenggarakan diskusi panel di @america bertajuk "Inovasi dalam Aksi: Solusi Air bagi AS dan Indonesia menuju Pertambangan yang Bertanggung Jawab". Diskusi menghadirkan Peneliti Utama Bidang Limnologi dan Pusat Riset Air BRIN Prof. Cynthia Henny, Direktur Senior Ecolab Tomy Suryatama, Asisten Profesor Jurusan Rekayasa Air ITB Muhammad Sonny Abfertiawan, serta pakar bidang keairan asal Amerika Serikat, Steven Rice.
"Program pertukaran teknis ini mencerminkan kuatnya kerja sama antara Amerika Serikat dan Indonesia dalam hal keahlian sistem air dalam pertambangan. Pakar bidang keairan kami menunjukkan keunggulan Amerika dalam pengelolaan lingkungan dan memperoleh wawasan berharga dari pengalaman rekan-rekan Indonesia dalam mengelola infrastruktur air di kawasan yang penting ini," ujar Juru Bicara Kedubes AS di Jakarta, Jamie Ravetz dalam keterangannya Jumat, 26 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....