Korban Meninggal Gempa Venezuela Tembus 1.430 Orang, Puluhan Ribu Warga Hilang
- 28 Jun 2026 12:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Venezuela melaporkan, sedikitnya 1.430 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang.
- Selain korban tewas, pemerintah Venezuela mencatat, sebanyak 3.360 orang mengalami luka-luka dan 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan.
- Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks, kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah korban jiwa akibat gempa kembar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Pemerintah Venezuela melaporkan, sedikitnya 1.430 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 50.000 orang masih dinyatakan hilang.
Melansir laman Reuters, gempa dahsyat yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026 itu menyebabkan kerusakan masif di berbagai wilayah. Ribuan bangunan runtuh, termasuk fasilitas publik dan bandara utama, sehingga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.
Di negara bagian La Guaira, warga mengaku frustrasi karena bantuan dinilai datang sangat lambat. Sejumlah relawan, bahkan terpaksa membongkar puing-puing bangunan dengan tangan kosong akibat minimnya alat berat dan belum meratanya kehadiran petugas.
Selain korban tewas, pemerintah Venezuela mencatat, sebanyak 3.360 orang mengalami luka-luka dan 172 orang diyakini masih terjebak di bawah reruntuhan. Operasi pencarian terus dilakukan dengan harapan masih ada korban yang dapat diselamatkan.
Tragedi tersebut juga menelan korban dari berbagai negara di dunia. Sedikitnya, sebanyak 19 warga negara asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia.
Belasan WNA yang dilaporkan meninggal dunia itu, terdiri atas sembilan warga Portugal, lima warga Spanyol, dua warga Brasil. Kemudian, dua warga Tiongkok serta satu warga Italia-Venezuela.
Melansir laman AFP, pemerintah Portugal dan Spanyol juga melaporkan masih banyak warganya yang belum diketahui keberadaannya. Hingga kini, 56 warga Portugal dan 133 warga Spanyol masih dinyatakan hilang.
Di tengah upaya evakuasi, Venezuela juga terus diguncang gempa susulan. Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez mengungkapkan, telah terjadi 302 aktivitas seismik, termasuk dua gempa utama dan 300 gempa susulan.
"Sejak pukul 18.03 waktu setempat pada 24 Juni hingga saat ini. Kami telah mencatat total 302 peristiwa seismik," kata Jorge Rodriguez dalam pernyataannya yang disiarkan televisi pemerintah VTV, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.
Gempa susulan terbaru berkekuatan Magnitudo 4,9 di Venezuela, kembali mengguncang wilayah Caracas dan Maracay, pada Jumat, 26 Juni 2026. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai tambahan korban akibat gempa susulan tersebut.
Sementara itu, Wasekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Tom Fletcher memperingatkan, bahwa jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan terus meningkat. Menurutnya, operasi pencarian di lapangan menjadi salah satu misi kemanusiaan paling rumit dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini adalah respons darurat yang sangat, sangat kompleks, kami memiliki lebih dari 50.000 orang yang hilang. Tugas kami adalah menemukan sebanyak mungkin dari mereka, tetapi jelas jumlah korban jiwa akan meningkat secara signifikan," kata Tom Fletcher.
Hingga saat ini, tim penyelamat di Venezuela masih berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Pemerintah Venezuela bersama organisasi internasional juga terus menyalurkan bantuan darurat bagi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....