Perusahaan Amerika Serikat Jajaki Peluang Bisnis Maritim di Indonesia
- 29 Apr 2026 20:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) menjajaki peluang bisnis di sektor maritim melalui Misi Dagang Keamanan dan Teknologi Maritim di Jakarta dan Surabaya pada 27–29 April.
- Misi dagang yang difasilitasi Bagian Perdagangan (Foreign Commercial Service) Kedutaan Besar AS di Jakarta ini menjadi yang pertama secara khusus menyasar sektor maritim di Indonesia.
- Kegiatan kemudian berlanjut di Surabaya, termasuk kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Perak dan diskusi dengan TNI Angkatan Laut.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) menjajaki peluang bisnis di sektor maritim melalui Misi Dagang Keamanan dan Teknologi Maritim di Jakarta dan Surabaya pada 27–29 April. Kegiatan ini menjadi pintu masuk bagi ekspansi kerja sama komersial di bidang teknologi dan infrastruktur kemaritiman.
Misi dagang yang difasilitasi Bagian Perdagangan (Foreign Commercial Service) Kedutaan Besar AS di Jakarta ini menjadi yang pertama secara khusus menyasar sektor maritim di Indonesia. Fokus utama kegiatan adalah mempertemukan pelaku industri AS dengan mitra potensial di Indonesia.
Selama di Jakarta, delegasi AS melakukan pertemuan dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan. Serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, pertemuan ini diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi di sektor strategis.
Selain itu, delegasi juga menggelar pertemuan bisnis dengan perusahaan lokal, serta melakukan kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kunjungan ini guna melihat langsung potensi pengembangan infrastruktur dan teknologi pelabuhan di Indonesia.
“Senang sekali dapat mempertemukan perusahaan-perusahaan terdepan AS di bidang teknologi dan keamanan maritim dengan mitra di Indonesia. Untuk memajukan prioritas bersama,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter M. Haymond.
Menurut Peter, keterlibatan perusahaan-perusahaan AS diharapkan dapat membawa solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan sektor maritim Indonesia. “Kami ingin bermitra untuk mendukung sektor maritim yang aman, tangguh, dan berorientasi ke masa depan,” ujarnya.
Adapun delegasi terdiri dari berbagai perusahaan teknologi dan maritim, seperti TMA BlueTech, Bardex Corporation, Flood Dynamics, Biospherical Instruments, DOLGO (dolgo.ai). Kemudian, HydroComp Inc., Otolith Technologies, dan Moffatt & Nichol, yang tengah menjajaki kerja sama konkret dengan mitra di Indonesia.
Kegiatan kemudian berlanjut di Surabaya, termasuk kunjungan ke Pelabuhan Tanjung Perak dan diskusi dengan TNI Angkatan Laut. Indonesia dipilih sebagai tujuan lanjutan setelah Singapura, seiring meningkatnya potensi pasar dan kebutuhan teknologi maritim di dalam negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....