Basarnas Siap Kirim Tim SAR Bantu Korban Gempa Venezuela

  • 25 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Basarnas menyatakan kesiapan untuk mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela.
  • Indonesia memiliki tim pertolongan internasional terlatih yang tergabung dalam Indonesia Search and Rescue (INASAR), termasuk personel Basarnas.
  • Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan pengiriman tim SAR Indonesia akan dilakukan apabila terdapat keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan untuk mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela. Guna membantu evakuasi korban gempa bumi yang melanda negara tersebut, setelah pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.

Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan pengiriman tim SAR Indonesia akan dilakukan apabila terdapat keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia. "Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat," kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis 25 Juni 2026.

Menurutnya, Indonesia memiliki tim pertolongan internasional terlatih yang tergabung dalam Indonesia Search and Rescue (INASAR), termasuk personel Basarnas. Tim tersebut merupakan bagian dari International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) dengan sertifikasi medium class.

Edy menjelaskan, INASAR telah memiliki pengalaman dalam penanganan bencana gempa bumi di berbagai negara, termasuk Myanmar dan Turki. Meski demikian, hingga saat ini Basarnas belum menerima permintaan resmi dari Venezuela terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi pencarian dan pertolongan.

"Berdasarkan pantauan aplikasi yang dimiliki Basarnas, belum ada permintaan resmi dari negara terdampak terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi SAR," ujarnya. Basarnas juga belum memperoleh informasi mengenai langkah diplomatik yang ditempuh pihak Venezuela melalui kedutaan besarnya untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia.

Edy menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brasil guna memastikan apakah terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak akibat bencana tersebut. "Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada WNI yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut," katanya.

Sebelumnya, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu waktu setempat. Pusat gempa tercatat berada sekitar 16 kilometer dari Kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.

Guncangan kuat tersebut menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah dan mendorong pemerintah setempat menetapkan status darurat nasional. Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan bandara utama negara itu, Maiquetia, ditutup total setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa.

Rodriguez menyebut sejumlah wilayah mengalami dampak paling serius, termasuk ibu kota Caracas yang dilaporkan mengalami keruntuhan bangunan di berbagai lokasi. Kerusakan signifikan juga terjadi di negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.

Pemerintah Venezuela saat ini terus melakukan upaya penanganan darurat. Termasuk, pendataan korban di tengah proses pemulihan pascagempa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....