PISAI dan UMY Perkuat Kerjasama Kajian Islam Indonesia di Vatikan

  • 26 Jun 2026 09:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PISAI membuka peluang mempelajari Islam Indonesia melalui kerja sama akademik dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • PISAI membutuhkan dukungan tenaga pengajar dan pakar dari Indonesia untuk memperkaya kajian Studi Islam yang selama ini berfokus pada Timur Tengah
  • UMY menawarkan dosen tamu, penelitian tentang Muhammadiyah, serta program pertukaran mahasiswa yang disambut positif oleh PISAI

RRI.CO.ID, Vatikan - Institut Kepausan PISAI membuka peluang mempelajari Islam Indonesia melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Langkah tersebut diharapkan memperkaya kajian Islam di PISAI sekaligus memperkuat kerjasama akademik antara Indonesia dan Vatikan.

President PISAI Don Wasim Salman menyampaikan pentingnya memperluas kajian Islam di kawasan Asia khususnya Indonesia bagi lembaganya. “Pengenalan Islam di kawasan Asia, khususnya Islam Indonesia akan memperkaya wawasan mengenai Studi Islam di PISAI,” ucapnya pada pertemuan dengan Tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Vatikan, Rabu, 6 Mei 2026.

PISAI merupakan Institut Kepausan untuk Studi Bahasa Arab dan Islamologi yang didirikan Serikat Misionaris Afrika pada 1926 di Tunisia. Institut tersebut memperoleh mandat Takhta Suci Vatikan sebagai lembaga pendidikan tinggi gerejawi yang berwenang memberikan gelar akademik.

Lembaga tersebut dibentuk untuk mempromosikan budaya dialog, saling pengertian, serta kerja sama antara umat Kristen dan Muslim. Tujuan itu diwujudkan melalui penelitian ilmiah, publikasi, kegiatan akademik, dan pengajaran di bidang studi Islam.

Don Wasim mengakui materi Islam yang diajarkan di PISAI selama ini lebih banyak berfokus pada Islam Timur Tengah. Kajian tersebut tidak hanya membahas ajaran Islam, tetapi juga budaya yang berkembang di negara-negara Arab.

Ia juga menjelaskan PISAI masih membutuhkan dukungan tenaga pengajar dari berbagai kawasan, termasuk Indonesia. “PISAI memiliki keterbatasan tenaga pengajar lokal untuk Studi Islam dan membutuhkan pakar eksternal dari kawasan lain, termasuk Indonesia” ucapnya.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono, menilai kondisi tersebut menjadi peluang memperkenalkan perkembangan ilmu Islam Indonesia. “Kami mengharapkan melalui pertemuan ini dapat menghasilkan sesuatu yang sifatnya konkret dan bermanfaat bagi Indonesia dan Vatikan khususnya diantara kedua Institut,” ucap Michael.

Sementara itu, Rektor UMY Achmad Nurmandi menilai kerjasama dengan PISAI juga akan memberikan manfaat bagi Muhammadiyah. “Kami menawarkan PISAI untuk dapat membuat penelitian tentang Muhammadiyah dari perspektif Eropa,” kata Achmad.

Selain itu, UMY menawarkan pengiriman dosen tamu untuk memperkenalkan Islam Asia, khususnya Indonesia, kepada civitas akademika PISAI. “Kita juga dapat mengatur pertukaran atau kunjungan mahasiswa jangka pendek ke Universitas Muhammadiyah baik di Jakarta maupun di Yogyakarta” ucapnya.

Tawaran tersebut memperoleh respons positif dari Don Wasim dan akan dilanjutkan melalui pembahasan teknis mengenai detail kerja sama. “Kerjasama yang ditawarkan oleh UMY pasti akan membawa warna baru di PISAI” kata Don Wasim.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....