Tiongkok-ASEAN Komit Perkuat Kemitraan Strategis Komprehensif

  • 22 Jun 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tiongkok dan ASEAN menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis di tengah meningkatnya tantangan global.
  • Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing mengatakan kawasan Asia kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.
  • Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai hubungan ASEAN-Tiongkok telah memiliki fondasi yang kokoh dan kini perlu diarahkan pada sejumlah prioritas strategis.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tiongkok dan ASEAN menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis di tengah meningkatnya tantangan global. Seperti, proteksionisme, ketidakpastian ekonomi, hingga ancaman terhadap ketahanan energi dan pangan.

Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN Wang Qing mengatakan kawasan Asia kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Namun, menurut dia, berbagai tantangan global mengharuskan negara-negara di kawasan memperkuat kerja sama dan solidaritas.

"Saat ini, perekonomian dunia semakin bergerak menuju Asia. Pada saat yang sama, kita juga menghadapi berbagai tantangan, seperti unilateralisme, proteksionisme, serta kekurangan energi dan pangan," ujar Dubes Wang Qing saat penyelenggaraan “Jakarta Forum 2026” memperingati 5 Tahun Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Tiongkok dan Peluncuran Laporan Khusus, Senin, 22 Juni 2026 di Markas Besar ASEAN, Jakarta.

Dubes Wang menegaskan Tiongkok siap bekerja sama dengan ASEAN untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan pertumbuhan kawasan. Menurutnya, kedua pihak harus menolak campur tangan eksternal, pembentukan kelompok eksklusif, serta upaya-upaya yang dapat memicu konfrontasi dan mengganggu stabilitas regional.

"Kita harus memastikan bahwa kepercayaan, persatuan, dan kerja sama tetap menjadi arus utama hubungan kawasan. Serta, menjaga masa depan kawasan tetap berada di tangan kita sendiri," ucapnya menambahkan.

Selain itu, Dubes Wang mendorong percepatan implementasi China-ASEAN Free Trade Area (CAFTA) 3.0 guna memperkuat ketahanan pangan, energi, dan rantai pasok kawasan. Serta, menekankan pentingnya kerja sama di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), energi bersih, ekonomi biru, dan penanganan perubahan iklim sebagai motor pertumbuhan baru ASEAN dan Tiongkok.

Sementara, hubungan ASEAN-Tiongkok terus berkembang di atas fondasi saling menghormati, kepentingan serta visi yang sama mengenai perdamaian dan kemakmuran kawasan. Kata Duta Besar Malaysia untuk ASEAN sekaligus Koordinator Hubungan Dialog ASEAN-Tiongkok, Sarah Al Bakri Devadason pada kesempatan yang sama.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn (tengah) bersama Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Wang Qing (ketujuh dari kiri), Duta Besar Malaysia untuk ASEAN sekaligus Koordinator Hubungan Dialog ASEAN-Tiongkok, Sarah Al Bakri Devadason (kelima dari kanan), beserta para Duta Besar Negara-negara ASEAN saat prosesi pemotongan kue merayakan 5 Tahun Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-ASEAN, Senin, 22 Juni 2026, di Markas Besar ASEAN, Jakarta (Foto: RRI/ Retno Mandasari)

Ia menambahkan, implementasi Protokol Peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok (ACFTA) 3.0 menjadi langkah penting memperdalam integrasi ekonomi kedua pihak. Menurut dia, hubungan ekonomi ASEAN dan Tiongkok telah memiliki fondasi yang sangat kuat.

“Hal ini semakin penting mengingat hubungan ASEAN-Tiongkok telah berdiri di atas fondasi yang sangat kuat. Dengan nilai perdagangan bilateral yang telah mencapai sekitar USD772 miliar, sementara Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar ASEAN,” ucap Dubes Sarah.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menilai hubungan ASEAN-Tiongkok telah memiliki fondasi yang kokoh dan kini perlu diarahkan pada sejumlah prioritas strategis. Prioritas tersebut meliputi perdamaian dan stabilitas, transformasi digital dan inovasi, kerja sama energi, ketahanan terhadap ancaman lintas negara, serta konektivitas antarmasyarakat.

“Prioritas pertama adalah perdamaian dan stabilitas, karena tanpa keduanya tidak ada hal lain yang dapat diwujudkan. ASEAN menghargai dukungan jangka panjang Tiongkok terhadap Sentralitas ASEAN, partisipasi aktifnya dalam berbagai mekanisme yang dipimpin ASEAN, serta dukungannya terhadap ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP),” kata Sekjen ASEAN memaparkan.

“Dari status Kemitraan Dialog pada tahun 1991 hingga menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun 2021. Hubungan ini terus diperdalam dan diperluas, mencakup bidang politik-keamanan, ekonomi, sosial-budaya, serta konektivitas,"katanya menutup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....