Komit Perkuat Kemitraan, ASEAN-Rusia Fokuskan Perdagangan dan Ketahanan Energi

  • 19 Jun 2026 19:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen negaranya memperluas kerja sama dengan ASEAN dalam berbagai sektor strategis.
  • Presiden Putin menyoroti peran perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, dalam membantu pengembangan teknologi nuklir sipil di kawasan.
  • KTT ASEAN-Rusia ke-35 turut mengadopsi Deklarasi Kazan 2026, Rencana Aksi Komprehensif ASEAN–Rusia 2026–2030, serta dokumen kerja sama di bidang kebudayaan dan energi.

RRI.CO.ID, Kazan - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmen negaranya memperluas kerja sama dengan ASEAN dalam berbagai sektor strategis. Mulai dari perdagangan, investasi, energi hingga teknologi nuklir.

Komitmen tersebut disampaikan dalam penutupan KTT Peringatan 35 Tahun Hubungan Dialog ASEAN–Rusia, Kamis, 18 Juni 2026, di Kazan, Rusia. Putin mengatakan, pembahasan dalam KTT berlangsung produktif dan konstruktif dengan partisipasi luas dari para pemimpin dan pejabat tinggi negara anggota ASEAN.

“Partisipasi yang luas ini dengan jelas mencerminkan besarnya minat bersama antara Rusia dan negara-negara Asia Tenggara. Yaitu, untuk terus memperluas kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Putin dalam pernyataan pers bersama Presiden Filipina, Ferdinand Marcos sebagai Ketua ASEAN 2026.

Putin menambahkan, selama pertemuan berlangsung banyak gagasan dan usulan praktis yang muncul untuk memperkuat kemitraan ekonomi. Para peserta, kata dia, mendukung peningkatan perdagangan bilateral baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, sekaligus memperluas investasi bersama.

“Untuk mewujudkan hal ini, dunia usaha perlu beralih menggunakan mata uang nasional dalam transaksi keuangan mereka. Kita juga harus menghapus hambatan perdagangan yang masih tersisa dan menyederhanakan prosedur administrasi,” ujar Putin menegaskan.

Putin turut menyatakan kesiapan untuk meningkatkan ekspor produk bernilai tambah tinggi ke kawasan Asia Tenggara. Produk yang ditawarkan antara lain pupuk dan farmasi, di samping komitmen berkelanjutan untuk memasok pangan dan sumber daya energi yang dibutuhkan negara-negara ASEAN.

Di sektor energi, Putin menyoroti peran perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, dalam membantu pengembangan teknologi nuklir sipil di kawasan. Menurutnya, Rosatom memiliki teknologi untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir dengan standar keselamatan dan perlindungan lingkungan yang tinggi.

“Rosatom tidak hanya dapat membangun PLTN, tetapi juga menciptakan sektor nuklir sipil baru dari nol melalui solusi siap pakai. Termasuk pelatihan tenaga ahli serta berbagi pengalaman dan pengetahuan,” katanya.

Sementara, Presiden Filipina Ferdinand Marcos menyampaikan apresiasi kepada Presiden Putin dan Pemerintah Federasi Rusia atas penyelenggaraan pertemuan tersebut. Ia menegaskan ASEAN siap mempererat kerja sama dengan Rusia demi menciptakan kawasan yang lebih damai, tangguh, dan sejahtera.

Marcos mengatakan KTT kali ini menjadi momentum penting karena ASEAN dan Rusia memperingati 35 tahun hubungan dialog. Menurutnya, kedua pihak kembali menegaskan komitmen membangun kemitraan yang konstruktif, berorientasi ke masa depan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

KTT ASEAN-Rusia ke-35 turut mengadopsi Deklarasi Kazan 2026, Rencana Aksi Komprehensif ASEAN–Rusia 2026–2030, serta dokumen kerja sama di bidang kebudayaan dan energi. Berbagai dokumen ini diharapkan menjadi peta jalan untuk memperluas kerja sama praktis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua kawasan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....